Selamat Datang...

MEDIA KITA hadir dengan tampilan baru yang lebih fresh  dan memikat. MEDIA KITA tetap berkomitmen untuk memberikan informasi yang benar sesuai dengan fakta-fakta yang ada dan akan selalu memberikan informasi yang segar, informatif, variatif dan inspiratif buat pembaca MEDIA KITA.

MEDIA KITA menerima pemasangan iklan dengan harga kompetitif keterangan lebih lanjut ke idolazay[at]gmail.com

FAKTA: Rahasia Dibalik Reality Show

>
oleh: Zulfa Rida Yogatama

Perhatian: "LIPUTAN KHUSUS MEDIA KITA KALI INI DITULIS BERDASARKAN INFO DAN PENGETAHUAN DENGAN TUJUAN MENJAWAB KERAGUAN SERTA PERTANYAAN DARI PARA PENONTON TENTANG BENAR TIDAKNYA TAYANGAN REALITY SHOW. Beberapa rahasia teknis yang dipaparkan untuk memperkuat hipotesis disertai bukti-bukti yang relevan. LIPUTAN INI TIDAK BERTUJUAN KONTRA TERHADAP DUNIA PERTELEVISIAN SAAT INI !"


Reality show sebenarnya hanya berupa sebuah hiburan semata yang sudah dibumbui dengan berbagai dramatisasi atau pengadeganan, dengan mengikuti skenario yang tujuannya adalah untuk menarik penonton sebanyak-banyaknya. Perlu adanya sentuhan dramatis agar lebih menggigit ditontonnya.

Jika sebuah acara reality show di buat tanpa pengadeganan sama sekali maka MUSTAHIL ! Sebab jika bener-benar real semuanya, maka acara itu tidak akan bertajuk reality show lagi tetapi mungkin lebih tepat akan menjadi acara DOKUMENTER

Selama nama acaranya itu reality show, tentunya tidak akan murni real sama sekali ! Dalam arti kata mungkin ada yang real tetapi ada juga yang di dramatisir. Tergantung sekarang berapa persen perimbangannya. Apakah lebih besar kebohongannya atau yang benarnya. Jika ada sebuah stasiun TV yang ngotot mengklaim reality shownya asli beneran seluruhnya maka sebaiknya tajuk acaranya diganti aja dengan DOKUMENTER

Beberapa acara reality show Indonesia yang masih bisa disebut real atau persentase kebenarannya lebih besar dari dramatisasi atau kebohonganya, adalah : BEDAH RUMAH, UANG KAGET, TOLONG dll.

Sebab ada banyak hal yang benar-benar dilakukan disana : seperti membantu orang yang tidak punya untuk memperbaiki rumah mereka dll. Tetapi memang ada sedikit dramatisasi/sedikit kebohongan yang tidak akan nampak jika kita menontonnya dilayar kaca. Misalnya : waktu pembangunan rumah yang sebenarnya tidak betul harus 12 jam seperti itu. Membangun rumah bukanlah hal yang mudah, makanya diperlukan waktu yang cukup lama.

Bahkan, masih ingat dulu ada acara HIPNOTIS ROMY RAFAEL di SCTV ? Bermula dari rasa penasaran ketika ada artikel yang bersaksi bahwa dia pernah dibayar untuk berpura-pura di hipnotis dalam acara itu, maka kami pun tertarik mencari tahu lagi. Suatu ketika dalam artikel yang mewawancarai salah satu tim produksi acara itu menyebutkan: "Menghipnotis orang tidaklah bisa dalam waktu singkat seperti yang ada dalam tayangan itu dan itu juga diakui oleh mas Romy sendiri kok". Jadi bukan hanya dgn menjentikkan jari langsung si target terhipnotis begitu.

Intinya, apakah ini semua palsu (fake) ? Jawaban dari tim produksinya : "Ya,...sebagian besar memang fake karena mereka harus mengejar jam tayang setiap minggunya. Namun ada juga yg beneran yang sebenarnya butuh waktu lama. Makanya Romy akan menghipnotis orang itu 2 jam sebelumnya. Lalu ketika hipnotis sudah bekerja barulah syuting dilanjutkan lagi. Yang tayang di TV nanti yang sudah di edit seakan-akan Rommy hanya menjentikkan jari seketika itu juga si target terhipnotis !"

Persentase antara orang yg bener-benar dihipnotis dengan yang fake adalah banyakan yg difake supaya memudahkan produksi cepat kelar beberapa episode dalam sehari. Makanya banyak aktor dadakan yang dibayar untuk berpura-pura terhipnotis. Ilmu hipnotis Romy Rafael tentunya memang berbeda dengan ilmu hitam yg digunakan para penjahat buat menghipnotis korbannya di terminal-terminal. Kalau itu kan mereka menggunakan jampi jampi atau jimat sementara Romy tidak.

Ada juga beberapa reality show yang ketahuan banget bohongannya seperti acara yang ada di SCTV kayak pacar pertama, backstreet dll. Bahkan reality show di Trans TV pun ada beberapa yang ketahuan banget bohongnya bahkan bisa jadi full skenario.

Tahukan anda bahwa sebenarnya beberapa reality show di AMERIKA pun sebenarnya banyak yang bohongan? Hanya saja mereka lebih pintar menggarapnya sehingga tidak keliatan bohongan.

Sebuah acara infotainment disana yang bertajuk :"100 secrets of hollywood" telah membuka rahasia ini dengan menyebutkan bahwa acara THE BACHELORETTE (acara seorang cewek yg nyari pasangan cowok buat nikah) dan beberapa acara reality show lainnya seperti SURVIVOR ternyata penuh dengan FAKE alias kebohongan !

Contoh yang berhasil ditunjukkan adalah adegan ketika para peserta acara SURVIVOR tsb akan menuju camp nya dari sebuah tempat yang jauh. Dalam tayangan yang disaksikan penonton dibuat dan di dramatisir seakan-akan para peserta berjalan dengan susah payah dan kelelahan. Yang sebenarnya diperlihatkan dibalik layarnya, mereka enak-enakan naik mobil kru kameramen dll. Begitupula ketika ada adegan mereka kelaparan. Mana mungkin kru disitu tega melihat mereka kelaparan sementara kru makan terus ?

Hanya yang cukup salut, pembuat acara ini berhasil membuat seakan-akan para peserta itu bener-bener terdampar dipulau itu tanpa ada kru sama sekali. Pemirsa tidak merasakan adanya kehadiran kru disana. Padahal ketika diperlihatkan dibalik layarnya ternyata kru yang syutingnya segambreng ada diantara mereka.

Selain acara SURVIVOR, acara FEAR FACTOR pun sebenarnya juga tak luput dari beberapa adegan dramatisasi meskipun banyak pula adegan yg bener asli. Salah satunya yaitu pada saat adegan si peserta yang kalah berjalan pulang menjauhi kamera. Adegan tersebut sudah didramatisir seakan-akan yang kalah harus pulang jalan kaki padahal tempat itu sepi tidak ada kendaraan lewat. Efek dramatisasi tersebut membuat penonton percaya itu beneran. Selain itu, ada lagi beberapa adegan tertentu yang berbahaya tidak sepenuhnya dilakukan seperti yang terlihat dilayar, semuanya sudah dalam proses cut dan editing sehingga terasa mengalir

Reality show PIMP MY RIDE di MTV yang jadi kegemaran banyak anak muda yakni tentang menyulap mobil busuk jadi keren. Ini banyak sekali FAKE nya meskipun memang benar mereka mereparasi mobil menjadi bagus itu benar. Bahkan para pemainnya sudah membeberkan rahasianya secara terbuka, dan sudah pernah diulas disebuah majalah besar di Indonesia (Majalah HAI edisi 3 tahun lalu). Salah satu kebohongan mereka adalah ketika adegan mengerjakan mobil-mobil tersebut. Sebenarnya yg mengerjakan mobil-mobil itu adalah para montir yg bener orang bengkel. Sementara si aktor yg bergaya rapper itu hanya berakting saja. Mereka lalu baca skenario saja menjelaskan seakan-akan itu ide mereka.

Scene adegan meeeting menentukan bagaimana design mobil juga penuh pengadeganan. Intinya itu dibuat seperti sebuah sinetron yang diambil satu persatu shot-nya. Bahkan banyak adegan salahnya ketika mereka salah ngafalin skenarionya. Dibuat skenarionya si A jago merubah velg, si B jagonya mendesain interior dan seterusnya. Waktu pengerjaan mobil sendiri sebenarnya lebih lama ketimbang yang disebutkan di acara. Yang kasiannya tidak pernah diperlihatkan para montir yang susah payah ngerjain mobil itu sehingga penonton mengira yg mengerjakan adalah beberapa aktor yg jago nge-rap itu. Biasanya yang ditampilkan di TV seakan akan hanya satu atau dua orang pekerja saja yg mengerjakan padahal yang sebenarnya itu mobil dikeroyok rame-rame sama para pekerja bengkel asli dan prosesnya lama sekali.

Ada lagi yang terungkap, ketika acara 100 secrets of hollywood mewawancarai pemenang acara THE BACHELORETTE yang katanya kini sudah menikah yakni Trista dan Ryan yg didapat dari acara tersebut dan juga mendapat hadiah sejuta dolar menurut acara itu. Wartawan menanyakan rahasia dibalik reality show ini. Namun si Trista berkata : "Sesungguhnya uang untuk menutup mulut kami lebih besar daripada hadiah yang kami dapatkan dalam acara ini". (Dia menggunakan bahasa kiasan untuk menolak bicara dengan wartawan)

Dari sini sudah bisa disimpulkan bahwa ada sebuah rahasia besar dalam dunia reality show ini. Yang pasti si cewek tetap tidak mau membeberkan rahasia sebenarnya dan apakah beneran mereka mendapatkan hadiah sejuta dollar itu ? Sama halnya dengan di SURVIVOR hadiah sejuta dollar tetap dipertanyakan oleh para wartawan apakah hanya bohongan aja ? Sampai sekarang semua pemenangnya tidak ada yang mau jawab.

Kesimpulan : Baik di Indonesia maupun di luar negeri sama-sama menggunakan skenario dan pengadeganan dalam reality shownya..hanya saja yang membedakan adalah : para aktor luar negeri lebih pintar berakting meyakinkan pemirsa bahwa itu bukan akting alias real ketimbang aktor di Indonesia yang ketahuan sekali aktingnya kaku sehingga tidak bisa menciptakan kesan real pada otak penonton. Kasarnya soal menipu penonton, lebih hebat sutradara dan aktor luar negeri.

APAKAH BERARTI INI MEMBOHONGI PENONTON ???

Selama mereka berbohong dengan tujuan untuk menghibur (tidak ada tujuan lain) sebenarnya sah sah saja dan tidak apa apa kok....yang penting acara itu bisa menghibur. Sebab, selama ini sebenarnya semua tayangan yang kita nonton pun sekalipun itu bukan reality show kan dibuat dengan membohongi kita.

Contoh :
Ketika kita menonton sebuah film superhero, dan melihat jagoan kita bisa terbang atau melayang seperti Spiderman, bukankah itu sesuatu kebohongan juga? Lalu kalau itu kebohongan efek grafis atau tipuan kamera belaka, mengapa penonton malah senang dan terhibur tanpa merasa dibohongi? Hanya bedanya memang sudah sadar sedari awal kalo itu hanyalah sebuah film yg didramatisir.

Lalu mengapa kita tidak protes ? Jawabannya adalah : Karena kita memang butuh dihibur sekalipun harus dibohongin dengan trik-trik perfilman. Kita nangis menonton sebuah film padahal kita tahu itu hanya pura-pura saja alias akting, karena kita memang ingin ditipu dengan akting yg menghibur sehingga membuat kita menangis. Kita ketakutan dengan film horor padahal kita tahu itu setan bohongan dgn trik-trik film. Tapi memang penonton seneng ditipu seperti itu, yang penting terhibur

Intinya, selama reality show itu tidak bertujuan negatif untuk merusak keyakinan, kampanye terselubung, politik dll...sebenarnya tidak perlu dipersoalkan lagi... Toh tujuan mereka hanya satu : untuk menghibur

Kalo ada yang bilang mengapa mereka tidak jujur saja mengakui atau memberi tanda bahwa acaranya itu bukan real pada penonton ? Jawabannya adalah : jika dikasih tahu itu bohongan dari awal pastinya tidak akan seru lagi deh acara itu. Sebab acara jenis ini sudah mempunyai genre sendiri. Sekali lagi, jika acaranya itu sudah 100 % real maka tidak kan disebut reality show lagi tetapi akan disebut sebagai DOKUMENTER

REALI
TY SHOW menjadi seakan akan real gara-gara penontonlah yg mengklaim dan menganggap itu beneran ! bukan dari produser ataupun TV tersebut. Bahkan bukan hanya acara TV saja yang bisa diklaim real oleh penonton

sebuah contoh
dari luar : Film "The blair with project" ?

Dulu film ini sempat box office tahun 2000-an awal. Film ini menjadi menarik karena dibuat oleh beberapa mahasiswa dengan menggunakan handycam dan seakan akan berupa dokumenter perjalanan mereka memasuki sebuah hutan terlarang. Diceritakan dalam film itu satu persatu semuanya hilang dan film yg kita saksikan tersebut adalah hasil dari handycam mereka yang ditemukan tergeletak sendirian ditengah hutan oleh polisi.

Banyak orang percaya 100 % bahwa film itu beneran meskipun si pembuat film sudah mengklaim bahwa itu hanya sebuah film yang digarap dengan skenario dan bukan dokumenter. Lalu akibat kesuksesan film itu, maka keluarlah sebuah film lagi berjudul St. Francisville Experiment.


Film ini cara penggarapannya sama dengan blair with the project. Meskipun ceritanya beda karena mengisahkan tentang sekelompok anak muda yg berekperimen menginap disebuah villa hantu sambil mendokumentasikan adegan mereka menggunakan handycam. Si produser film ini ngotot mengklaim bahwa filmnya itu beneran asli alias bukan pengadeganan sama sekali. Bahkan dia mengatakan ini adalah dokumenter. Sampai-sampai mereka mencantumkan nama para pemainnya sebagai para partisipan atau peserta dalam acara yang mirip uji nyali itu.

Namun kesan yang ditangkap ketika menyaksikan film itu ternyata adegannya sangat tidak masuk akal sekali jika isi film itu benar-benar tanpa pengadeganan. Misalnya saja ketika adegan seseorang membuka lemari yg berbunyi gemeretak, tiba-tiba begitu pintu dibuka seekor kucing melompat kearah kameranya.

Ada lagi ketika adegan endingnya mereka semua sudah terikat disebuah ruang penyiksaan, sementara handycam mereka masih merekam terus karena jatuh tergeletak dilantai dan anglenya tepat banget mengarah ke mereka, masa sih bisa begitu ? Pastinya kan udah disetting tuh kayak bikin film.masa hantu bisa megang kamera ?

Di Amerika sendiri, film ini banyak dikecam oleh orang-orang yang dianggap sangat jelas sekali bohongnya. Bagi yang mau menilai itu beneran atau tidak silahkan cari filmnya di google dan nonton.

Dari hal tersebut keluarlah filosofi seperti ini :
"BUAT APA MEMBUAT SESUATU YANG REAL SEMENTARA BELUM TENTU SEMUA ORANG PERCAYA ITU REAL. TETAPI JIKA KITA MEMBUAT SESUATU YANG FAKE BISA JADI MALAH BANYAK YANG PERCAYA BAHWA ITU REAL !
KARENA ITU, NGAPAIN CAPEK-CAPEK MEMBUAT SESUATU YANG BENER REAL KALO YANG FAKE AJA TERNYATA DISANGKA REAL ?"


Itulah sekelumit contoh bahwa dunia hiburan memang kadang sedikit tidak jujur demi untuk MENGHIBUR PENONTON


TIPS UNTUK MENGETAHUI APAKAH REALITY SHOW ITU BOHONGAN ATAU BENERAN :

1. Melalui akting para pemainnya yg gak natural
2. Pada tayangan "Termehek Mehek" tanggal 28 September tentang seorang anak yg diculik oleh bos preman. Lalu tim Termehek Mehek padahal sudah tahu rumah bos preman itu ceritanya. ANEH KAN ? kasus kriminal kok gak dilaporin polisi? Apalagi ini kasus penculikan! Acara yang sangat tidak mendidik karena mengajarkan pemirsa untuk tidak melapor ke polisi jika terjadi sebuah kejahatan.

Secara logika saja, jika sebuah masalah pelik menyangkut hukum dan sosial diselesaikan hanya oleh kru acara Termehek Mehek misalnya, lalu apa gunanya polisi? Kenapa kasus itu tidak pernah diangkat di majalah manapun atau dilaporin polisi jika memang bener-benar pernah terjadi? Di Indonesia ini kasus sekecil apapun pasti bakalan cepet masuk media. Emangnya kru acara itu lebih tinggi wewenangnya menyelesaikan masalah ketimbang aparat yg berwenang ?
jawabnya adalah : ya ...ngapain polisi ikut campur, masalahnya itu kan cuman buatan skenario saja.

3. Apakah mengintip atau mengambil gambar tanpa ijin itu dilegalkan oleh hukum di Indonesia ? Lalu acara Playboy Kabel dan Mata-Mata yg menjebak dan mengintip targetnya itu bukannya pelanggaran hak seseorang? Kenapa si target yang diintip tidak menuntut para kru? Jawabannya ya itu tadi, karena hanya pura-pura saja diintipnya.

4. Bagaimana jika seandainya Anda yang dijadikan target diacara itu? Dipermalukan didepan seluruh penonton Indonesia, bukankah itu aib? Apakah Anda bersedia mengijinkan acara itu tetap ditayangkan? Secara manusiawi mana ada orang yg mau dipermalukan didepan umum dan malah mengijinkan bersedia ditayangin begitu aibnya.

Lalu apakah berarti semua yg main di acara Termehek Mehek berarti orang-orang sakit jiwa yang tidak tahu malu mengumbar masalah pribadinya yg memalukan? Jelas saja mereka berani begitu karena itu bukan beneran, hanya akting saja. Makanya banyak kasus yang terjadi seorang yg bermain dalam acara itu di telponin temen-temannya karena mengira kasusnya beneran. Namun setelah dijelasin barulah temen-temannya paham jika itu semua hanya akting. Lalu mengapa tetap ada sebuah acara yang ngotot menuliskan dibawahnya : "Acara ini telah mendapatkan persetujuan...." Anda pasti bisa menerkanya.

5. Apakah mungkin sebuah masalah yg ditayangkan itu betul-betul diambil berhari-hari bahkan menunggui si target sampai membuang-buang waktu kru? Sedangkan kita tahu reality show itu hanya dibeli jauh dari harga sinetron. 25 juta aja sudah syukur tuh dibeli ama stasiun TV.

Sinetron saja kadang disuruh cepetan buatnya sampe bahkan ada yg buat 2 hari kelar guna hemat biaya produksi. Apakah reality show lebih banyak dana produksinya dari sinetron sehingga bisa menghabiskan lebih banyak hari pembuatannya? Tidak masuk akal kan? Yang pasti untuk pembuatan reality show begini malahan produser menuntut kalo bisa dalam satu hari bisa kelar 2 episode. Jadi sungguh tidak masuk diakal jika reality show dikerjakan melebihi waktu pembuatan sinetron apalagi mereka kan harus kejar tayang setiap minggunya.

Contohnya saja pembuatan film/video dokumenter yang bener-benar asli real 100%, adakah dokumenter asli yang bisa dibuat dalam waktu singkat? Perlu riset sampe syuting berhari-hari belum lagi menunggui target. Sementara kalo reality show kadang baru syuting minggu ini, minggu depan sudah tayang. Kalo ada yg bilang acara itu dibuat berbulan-bulan atau berminggu-minggu, lalu si host-nya dibayar berapa? Emang mereka tida ada kerjaaan lain selain mengikutin klien mereka? Sementara hostnya kebanyakan artis sinetron juga atau penyiar radio kayak Panda yg harus siaran tiap hari

Tips seperti dibawah inilah yang akan memastikan secara tekhnis bahwa real atau tidaknya reality show itu. Tidak perlu ada keraguan lagi apa real atau fake, begitu melihat dari reality show yang seperti dijelaskan dibawah ini maka dapat dipastikan 100 % itu fake.

Cara paling gampang mengetahuinya adalah, dengerin aja sound setiap pemerannya baik-baik. Jika suaranya clear alias sangat jelas, besar dan tidak noise alias bercampur dengan atmosfer udara, maka pemain itu berarti memakai CLIP ON MIC yaitu mikrofon yg dipasang dibalik bajunya. Bentuknya spt ini, batrenya itu dimasukkan kebaju dan diselipkan dipunggung


micnya diletakkan dibalik baju sehingga tidak terlihat


Ini mudah menjadi bumerang bagi sebuah reality show, yakni ketika ada adegan seorang yang dibuntuti lalu dijebak. Nah, ketika berantem perhatikan suara mereka, kalo semuanya sama dan jernih kualitasnya,volumenya besar, maka berarti itu BOHONGAN ! Berarti mereka telah memasangkan mikrofon itu ke setiap pemain dan dengan begitu berarti setiap pemain hanyalah aktor yang berakting. Sebab, jika hanya mengandalkan mic dari si klien, tentunya kualitasnya tidak akan sama besarnya volumenya dengan org yg berada didekatnya namun tdk memakai mic

Seperti cuplikan acara TERMEHEK MEHEK di ULTAH Trans TV ada adegan spt itu. Cuplikannya disini pada link youtube-nya : http://www.youtube.com/watch?v=zbBKtVIPd6Y

Ada adegan seorang pria bule yang ketangkap basah berpacaran dengan kakak si adik yg juga dipacarinya. PERHATIKAN SUARA KETIGA PEMAIN YG BERMAIN DISITU ! SEMUANYA SAMA BESARNYA VOLUMENYA ! Bahkan suara si bule itu pun besar pula, bahkan lebih besar volumenya dan clear daripada pemain lainnya (jelas sekali karena menggunakan clip on mic) padahal statusnya disitu sebagai si terjebak !

Lalu ada adegan mereka berantem adu mulut dan menjauhi seraya mengusir kamera dan kru. Namun anehnya, ketika mereka sudah jauh banget dari kamera, suara mereka masih jelas sekali dan besar volumenya. Sementara si klien yang memakai clip on mic berdiri cukup jauh banget dari mereka meski ceritanya berusaha mengejar mereka kedalam, seharusnya kan suaranya berbeda volume antara yang mengenakan mic dan yang tidak.

Logikanya kalo memang mereka marah dan mengusir kru yg membuntutinya lantas ngapain mereka make clip on mic dari para kru tersebut? JIKA HANYA MENGANDALKAN SUARA DARI MIKROFON SI KLIEN YANG MEMANG JELAS TELAH DIPASANGIN, TENTULAH TIDAK AKAN SAMA BESAR VOLUMENYA (hal ini bisa anda bandingkan dgn acara KENA DEH di AnTV yang jelas sekali perbedaan volume suara si PENANYA (Panji) dengan target yang sedang dikerjainnya. Suara Panji jauh lebih besar dan jelas sementara yg ditanya olehnya kadang kecil sekali suaranya bahkan sayup sayup. Padahal jarak panji dgn dia deket lho.

Yang lebih lucu lagi di acara Termehek Mehek itu, wajah si cowok bule di blur in, seakan-akan membuat real kayak di acara investigasi berita kriminal. Sering juga adegan yg katanya dicuri dari jarak yang jauh sekali kameranya tapi suara si target yg diinvestigasi oleh hostnya sangat jelas dan bagi orang yang pernah berkecimpung di dunia film pasti bisa menduga bahwa itu suara dari clip on mic.

Bahkan banyak sekali terjadi di reality show Indonesia, banyak batre clip on mic nya yang terlihat ditayangan. Acara BACKSTREET di SCTV malahan sering seorang yang dikejar kejar alias dibuntuti tanpa sengaja terlihat sedang memakai CLIP ON MIC. Ada yg terlihat jelas batreinya ketika sedang menunduk terselip dibelakang celananya padahal statusnya ceritanya sedang dibuntuti kru.

Untuk mengetesnya, silahkan anda mengambil gambar dengan kamera tanpa clip on mic lalu berbicara dengan teman anda dipinggir sebuah jalan raya/parkiran, lalu dengarkan suaranya baik-baik.Tentunya akan berisik suara kendaraan dan angin terdengar jelas alias banyak noisenya. Setelah itu coba perhatikan sebuah adegan di reality show cinta-cintaan itu, kebanyakan walaupun ngobrol dipinggir jalanpun suaranya tetap jelas banget. Sekalipun menggunakan zoom mic dari kamera pun hasilnya tetap berbeda dengan clip on mic yg memang khusus buat pengambilan gambar dari jauh jika dalam film.

Bahkan sekalipun juga menggunakan BOOMER MIC seperti ini (yg biasa digunakan di sinetron atau film)pun jelas tidak akan sejernih menggunakan clip on mic noise nya ketika berada dipinggir jalan raya.

Untuk hal kerapihan menyembunyikan kebohongan mungkin memang Amrik jagonya. Acara reality show THE APPRENTICE (Donald Trumph) banyak sekali settingan yang didirect oleh sutradara tapi sangat tidak terlihat pengarahan itu. Penonton malah menyangka semua itu real semuanya. Meskipun memang ada benarnya juga yaitu sebuah kompetisi memperebutkan posisi anak buah Donald Trumph.

Reality show yang mungkin juga terlihat bener real di INDONESIA, adalah acara TOLONG yang dulu ditayangkan di SCTV (sekarang di RCTI dengan nama 'Minta Tolong'). Disitu terlihat jelas orang-orang yang dikerjain suaranya tidak jelas, hanya sayup-sayup. Bahkan karena tidak jelas karena noise suara kendaraan berisik banget sehingga ditambahin teks yg menjelaskan isi dialog mereka. Ini baru benar-benar, sebab yang make mic adalah orang dari kru aja yg diminta mengetes si target, bukannya targetnya. Makanya targetnya tidak jelas terdengar suaranya sebab hanya mengandalkan dari mic yang nanya. Sama seperti di acara KENA DEH,...si Panji yang nanya suaranya lebih jelas dan besar, sementara suara yg ditanya kecil sekali.

Coba kita bayangkan reality show buatan raja reality show helmy yahya ternyata lebih mementingkan orisinalitas kejadian, sekalipun harus berkorban dgn suara yg hancur dan gambar yg goyang daripada harus membuat gambar yg bagus serta suara yg sempurna dan jernih tetapi dibuat-buat melalui pengadeganan seperti sinetron

LALU MENGAPA REALITY SHOW TERMEHEK MEHEK yang ternyata juga buatan Helmy Yahya sekarang dibuat dengan FAKE ?
jawabannya bisa anda baca di ini : Beberapa reality show Indonesia yang telah dihentikan karena memakan korban, semenjak itulah bukan hanya bung Helmy yg memilih jalur aman dalam menbuat reality show tetapi mungkin semua PH.

Apakah PLAYBOY KABEL itu beneran atau fake ? Berdasarkan salah satu krunya yang kebetulan kru itu adalah salah seorang yang ditugaskan mencari talent-talent yang bakal digunakan untuk memainkan peran buatan di acara itu.

Ketika itu apakah acara playboy kabel itu didramatisir, dibuat buat, atau disetting ? Jawaban kru itu adalah (sedikit bijak atau mungkin agak menutupi): sebenarnya pada awalnya memang bener2 bahkan mereka juga selalu berusaha nyari klien yg beneran. namun kebanyakan seluruh aksi2 beneran itu sering gagal. Gagalnya itu misalnya gara-gara si target sudah tahu dibuntuti, atau si target tidak mau digiring ditempat penjebakan dll.
yg pasti kendalanya sulit banget jika ingin menjebak secara real dan dgn pemain2 yg real. sering sekali mereka mengalami kegagalan. lagipula bisa jadi sitarget ngamuk dan minta jgn ditayangin
akhirnya di antisipasilah keadaan ini.
tim produksi lalu selalu menyiapkan para pemain cadangan alias aktor2 dan skenario untuk bertindak ketika skenario yg asli gagal. sebab jika syuting gk jadi hanya gara2 gagal mengikuti skenario yg real kan berabe. sudah bayar kru, akomodasi, makan,bayar host dll rugi kan ?

lalu lagi :
seberapa besar perbandingan antara yang beneran itu dengan yang disetting ?
jawabannya :
yang pasti banyakan yg didramatisir atau disetting lah..
soalnya mendingan ngerjain yg pasti2 aja lebih cepet apalagi kita tiap minggu harus tayang gini.
kalo ngandalin dari klien asli bisa satu bulan belum tentu dapet satu episode. tingkat kesulitan dan kegagalannya terlalu tinggi dan berisiko.buktinya banyak lho yg gagal tayang akhirnya krn berantakan gara2 targetnya asli.
lagipula gak ada bedanya kan antara yang bohong dan real itu ?
kita bikin bener2 real dgn susah payah pun belum tentu semua orang bilang itu real...sementara kalo kita bikin bohongan banyak juga kog yg bilang itu real. mendingan kita bikin aja yg bohongan kalo gitu

nah silahkan di simpulkan sendiri dari obrolan ini.

INFO TERBARU !!!!!! MASIH HANGAT !!!

Reality show di trans TV yang judulnya "orang ketiga" ada satu adegan si klien membuntuti target dan mengajaknya ngobrol di sebuah kafe dgn menggunakan pen cam alias kamera pulpen. Tapi anehnya setelah diperhatiin baik-baik ternyata kualitan gambarnya SAMA SEKALI TIDAK SEPERTI KUALITAS GAMBAR YG DIHASILKAN OLEH PEN CAM

Sedikit tahu saja, kamera pulpen yg dimaksud itu seperti ini :

dan kami sudah sering menggunakannya tetapi gambarnya tidak sejernih seperti ditayangan itu ! Sebenarnya kamera pulpen itu hasilnya kayak gambar kamera HP mp4. Kalo ada gerakan gambarnya agak kasar (mirip file 3gp an) dan kalo cahayanya kurang juga tidak bagus hasilnya. Ukuran resolusinya juga bukan standart broadcast yaitu jauh dibawah 720 x576. Jelas saja seandainya hasil kamera itu beneran yg dipasang maka gambarnya akan pecah. Seperti contohnya kalo kita nonton 3gp kalo digedein selayar komputer kan pasti pecah.

Ini contoh hasil rekaman dari kamera pulpen itu aslinya kayak gini perhatikan kalo move gambarnya agak kasar
http://s283.photobucket.com/albums/kk309/walawamba/?action=view&current=VIDEO_REC_000031.flv
coba aja download video itu dan gedein selayar komputer kamu maka akan terasa bedanya

Jadi jelas, gambar itu direkayasa seakan-akan dibilang dari pen kamera padahal itu dari kamera kualitas DV yg digunakan oleh kameramen diacara itu. Pantesan saja aktingnya kaku banget kayak dibuat-buat (seperti ada kameramen didepannya) padahal ceritanya sedang diintip dgn pen cam.

duuuh kalo mau nipu kog gak dipikirin sih hal2 yg seperti ini....? kan jadi ketahuan tuh,,,...
harusnya gambarnya dikurangin dong kualitasnya supaya org percaya

ada lagi yg adegan mereka ngikutin target pake mobil..semua rata2 adegan yg diambil dalam mobil pake lampu(lighting) buat syuting, jelas banget ! ini kan konyol ! jika kita menyalakan lampu dalam mobil sambil mengikuti sebuah mobil lain ya pastilah akan terlihat muka kita dan terlihat juga dari luar kaca mobil bahawa dalam mobil itu sedang ada syuting krn lampu yg digunakan adalah lambu dedo light yg biasa digunakan buat syuting.

sedikit mengutip sebuah postingan di forum TRANS TV mengenai acara termehek2 dari seorang penonton yg cukup jeli dan cerdas.
Ternyata para Transmania yg bergabung diforum Tv itu pun sudah tahu kalo itu bohong....

"Saya semakin yakin bahwa termehek-mehek itu hanya skenario/script semata. Buktinya orang yang menjadi ajudan si kakek dari wanita/ibu yang mencari anaknya(saya lupa namanya) edisi Minggu 12 Okteber 2008 adalah orang yang sama dengan orang yang berperana sebagai Ponco pada reka adegan KPK(kumpulan perkara korupsi) Edisi peyogokan hakim agung kasus Probosutejo. Saya ingat betul wajah si Bapak yang memerankan tokoh Ponco di acara KPK dan saya sangat kaget ketika melihat wajah yang sama muncul sebagai ajudan si kakek di edis termehek-mehek minggu 12 Oktober 2008. Apakah ini suatu kebetulan???? Rasanya gak mungkin ya? Tim termehek-mehek kali ini tidak jeli.
Harusnya transtv tidak mengelabui permirsa dengan menyebut acara ini sebagai reality show."


dan akibat banyaknya pengaduan2 semacam ini dari masyarakat maka Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kini sedang menyelidiki acara termehek mehek ini
sebab Lembaga Studi Media mengancam akan membawanya ke jalur hukum jika KPI tidak bertindak !

KPI Didesak Panggil Produsen Reality Show

Kapanlagi.com - Lembaga Studi Media mendesak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat untuk segera memanggil tokoh yang memproduksi acara reality show yang sekarang ini menjamur di setiap stasiun televisi swasta di Indonesia.

"Karena banyak acara yang berlabel reality show, sesungguhnya merupakan rekayasa. Cerita dibuat-buat, penuh rekayasa dan sekedar mengejar rating," ujar Andry Triyanto, Ketua Litbang dan Investigasi Lembaga Studi Media Ampera, di Jakarta, Minggu (16/11).

"Perlu dibuat kode etik, kalau memang acara itu ada unsur rekayasa, perlu kiranya ditulis di pinggir, di akhir acara, atau tagline, seperti halnya media cetak bahwa ini adalah rekonstruksi. Jangan membohongi penonton, seolah adegan tadi adalah benar, bukan setting," jelasnya.

Lembaga Studi Media (LSM) yang berpusat di Jakarta Selatan ini mengamati banyaknya acara reality show tak mengindahkan kode etik dan kejujuran.

Acara yang katanya membeberkan masalah pribadi, dibuat sedemikian rupa sehingga masyarakat merasa itu adegan nyata. "Tanpa ada penjelasan, bahwa acara itu memang direkayasa atau di-setting ulang. Tanpa penjelasan teks," ujarnya.

Akhirnya, Andry memberi misal, banyak orang mengira tayangan reality show itu, adalah kejadian benar. Karena dalam tayangan, digambarkan bagaimana seolah awak TV dan pembawa acara ikut panik dan sebagainya. "Padahal, itu hanya bagian dari akting," ujarnya.

Acara reality show, merupakan acara yang lepas dari pengawasan, bukan tunduk pada aturan penyiaran dan kode etik Standar Program Siaran (SPS).

Acara TERMEHEK-MEHEK, CINTA PATUT DIUJI, dan PLAYBOY KABEL, dan lain-lain yang menjamur, menurut Lembaga Studi Media adalah acara reality show rekayasa.

"Tapi masyarakat melihat adegan konflik, dan negatif yang diintip, kemudian dijadikan tontonan itu bukan seperti sinetron. Masyarakat melihatnya sebagai adegan reality show, sebuah tayangan yang benar terjadi, tanpa unsur rekayasa," ujarnya.

"Mereka menganggap kru dan presenter seakan wartawan yang mengungkap kejahatan," jelasnya.

Jika Komisi Penyiaran Indonesia tidak bergerak memanggil pengelola dan dalam waktu dekat ini Lembaga Studi Media Ampera akan membawa masalah ini ke ranah hukum.

Dalam riset dan survei yang dilakukan Lembaga Studi Media, masyarakat mengaku muak dengan acara reality show yang isinya ribut melulu, membeberkan rahasia kehidupan orang lain ke televisi.

Lembaga Studi Media Ampera, menilai acara reality show sudah membohongi publik, karena seolah-olah itu acara jurnalistik investigasi, yang bisa menemukan orang hilang, atau membeberkan rahasia kehidupan semacam gaya kerja wartawan. (kpl/boo)


Beberapa REALITY SHOW TV di Indonesia yang telah dihentikan krn memakan korban

Info ini sekaligus membuktikan bahwa betapa sulitnya membuat reality show secara beneran !
penuh dgn resiko, merugikan orang lain, rawan tuntutan hukum dll.

itulah makanya sejak adanya kasus2 semacam ini, para produser maupun stasiun TV memilih jalur aman dengan membuat reality show fake menggunakan pengadeganan dan skenario.

acara2 yang telah dihentikan gara2 memakan korban tersebut adalah :

1. ACARA MOP (Mbikin Orang Panik) yg dulu ditayangkan RCTI

Acara ini tujuannya ngerjain orang seperti halnya membuat april mop gitu. cuman suatu ketika mereka kebablasan ngerjain orang. sebuah episdoe MOP mengerjain seseorang dgn melibatkan polisi sebagi tukang ngerjainnya.
ceritanya, korban yg dikerjain itu tiba2 ke gep ama polisi dan ketahuan bawa narkoba. ternyata tim MOP udah kerjasama dgn pihak polisi dan sengaja naruh barang bukti disitu. terang aja si korban yg dikerjain ketakutan setengah mampus !

Akibat penanyangan acara ini Kepala Kepolisisan marah besar dan memecat 3 orang polisi yg terlibat dalam acara itu.
bahkan diperintahkan sejak saat itu tidak boleh ada satupun lagi polisi yg terlibat dalam pembuatan acara2 semacam itu di TV kalau tidak sangsinya akan dipecat.

itulah makanya semenjak itu, mana ada lagi polisis yg ikut dilibatin dalam acara reality show manapun. kalopun disinetron atau film ada adegan polisi, rata2 itu hanya pake baju polisi saja yg dimainkan oleh aktor. polisi yg asli benar2 dilarang main film atau sinetron sejak kasus ini.

berita beritanya nya disini :

Setelah Memakan Korban Reality Show MOP Dihentikan
Kapanlagi.com - Gara-gara acara reality show berjudul MOP (Mbikin Orang Panik) yang dianggap mencemarkan nama baik kepolisian, maka RCTI mengambil keputusan untuk menghentikan semua tayangan berbau reality show mulai minggu depan.

Hal ini ditegaskan oleh Arif Suditomo, penanggung jawab program RCTI. "Pada dasarnya RCTI akan menghentikan tayangan reality show yang ditayangkan dari Senin sampai Jumat sore. Mulai dari Kopaja, MOP. Karena kita punya strategi lain dengan menayangkan sinetron dengan durasi 30 menit," kata Arif, mantan pembawa berita Liputan 6 di SCTV ini.


---

Tayangan Membuat Orang Panik Dihentikan

Jakarta -- Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) menghentikan tayangan Membuat Orang Panik (MOP) yang muncul ke hadapan pemirsa setiap Rabu. Masalahnya, karena tayangan inilah Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Makbul Padmanegara menindak bawahannya. Bahkan kemarin Polda Metro Jaya telah mengadili polisi yang ikut membantu pembuatan MOP.

Kepastian penghentian tayangan MOP ini disampaikan Programne Planning dan Scheduling Manager RCTI Arif Suditomo, yang kemarin ikut memberi kesaksian di persidangan etik profesi di Polda Metro Jaya. "Kami menghentikan program reality show MOP dan empat program reality show yang lain," kata Arif.

Selain itu, Arif juga mengaku pihak RCTI telah menyampaikan permintaan maaf kepada Kepala Polda Metro Jaya berkaitan dengan tayangan MOP yang dianggap mencemarkan nama baik institusi Polri.

Sementara itu, dari Polda Metro Jaya, aparat yang terlibat di dalam penayangan MOP langsung diadilu kemarin di ruang Rumpatama Polda Metro Jaya. Dalam persidangan ini tiga orang perwira polisi diperiksa, yaitu Kepala Polsek Kebon Jeruk Komisaris Polisi Ahmad Alwi, Wakil Kepala Polsek Kebon Jeruk Ajun Komisaris Polisi Hermino, dan Kepala Unit Patroli Polsek Kebon Jeruk Inspektur Satu Sunarjo.

Mereka dianggap melanggar kode etik profesi Polri dan mencemarkan nama baik institusi Polri. Selain para terperiksa, juga diperiksa tujuh orang saksi dari Polsek Kebon Jeruk yang ikut terlibat langsung dalam pembuatan tayangan MOP, saksi dari RCTI, Arif Suditomo, saksi dari production house Avicom Sarah, Bambang, dan mahasiswa Indonesia Esa Unggul, Piko, yang menjadi target dikerjai dalam acara MOP yang ditayangkan 26 April lalu.


2. ACARA PARANOID yg dulu ditayangkan di Trans TV

Mungkin gara2 kasus ini lah makanya kini pihak trans TV lebih safety membuat acara Jail yg juga ngerjain orang dengan cara Fake spt yg pernah dibeberkan faktanya disini.

kasusnya terjadi ketika tim Paranoid sedang syuting acra nakut2 in orang dgn hantu bohongan itu dihalaman Rumah sakit Pondok Indah.
saat itu sepasang suami istri yang lagi hamil 8 bulan hendak menuju kemobilnya tiba2 dikejutkan dgn org2 yg berlari ketakutan melihat hantu paranoid, sehingga si ibu ikutan panik lari dan jatuh.
anehnya pihak trans Tv malah nyalahi pihak Rumah sakit Pondok Indah yg dianggap tidak safety sehingga menyebabkan sang ibu terantuk batu diparkiran tsb. padahal jelas jelas kan ibu itu lari krn ketakutan.
sejak itulah acra itu juga dihentikan meskipun pada waktu itu ratingnya lagi tinggi tingginya.

berita beritanya nya disini :

Korban Paranoid Gugat Trans TV

Selasa, 12 Oktober 2004 | 14:35 WIB

TEMPO Interaktif, Jakartaiana Damey Pakpahan, korban dari sebuah acara reality show Paraniod di Trans TV, menggugat Trans TV di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Sidang pertama digelar hari ini, Selasa (12/10) dengan majelis hakim yang dipimpin Syariffuddin.

Diana pada 18 Agustus 2004 malam bersama suaminya memeriksakan kandungannya yang telah berusia delapan bulan ke Rumah Sakit Pondok Indah. Ketika mereka hendak pulang dari rumah sakit menuju tempat parkir mobil, Diana melihat orang berpakaian putih-putih dengan wajah menyeramkan.

Saat itu di dekat lokasi parkir mobil, Diana tengah ada syuting Paranoid. Dua orang wanita yang menjadi korban Paranoid berlari ketakutan ke arah Diana. Spontan Diana panik dan ikut berlari hingga ia jatuh dalam posisi tertelungkup.

Menurut pengakuan suami Diana, Iwan Tampubolon, pihak Trans TV berkali-kali telah dihubungi lewat telepon untuk dimintai pertanggungjawaban. "Namun tidak ditanggapi, setelah saya mengancam akan menempuh jalur hukum, baru mereka datang," kata Iwan.

Dalam gugatan ini, Diana memberikan kuasa hukum kepada para pengacaranya yang diketuai Kesanta Tarigan. Gugatan sendiri diajukan kepada tiga pihak, yaitu Direksi Trans TV dan produser acara Paranoid, Bugi sebagai tergugat I dan II, serta direksi Rumah Sakit Pondok Indah sebagai turut tergugat.

Jumlah kerugian yang dituntut kepada tergugat sebesar Rp 40,25 miliar, dengan perincian Rp 250 juta untuk kerugian materil dan Rp 40 miliar untuk kerugian inmateril. Pihak tergugat dianggap melakukan perbuatan melawan hukum dan diancam pasal 1365 BW.

Kesanta menjelaskan maksud dari gugatan ini hanya sebagai upaya memberikan pembelajaran hukum. "Kalau tidak dikhawatirkan banyak korban lain seperti Diana," katanya.

Kondisi Diana sendiri menurut Kesanta, masih sangat trauma. Ia sekarang menjadi orang yang sangat penakut. "Kami pun bermaksud akan memeriksakan Diana ke spikiater," tambahnya.

Sementara itu pengacara Trans TV Ellen Sinambela menyatakan, Trans TV siap menanggapi gugatan penggugat. Namun ia mengharapkan agar upaya damai dapat ditempuh untuk menyelesaikan perkara ini.

Sidang hanya berlangsung kurang dari 10 menit. Majelis menunda sidang hingga pekan depan dikarenakan pihak Rumah Sakit Pondok Indah yang menjadi turut tergugat tidak hadir.

Khairunnisa - Tempo


satu lagi adalah acara H2C (harap2 cemas) yg kerjaannya seperti detektif ngikutin orang2 gitu lalu dijebak sama selingkuhannya dll. juga dihentikan karena ada seseorang yg tidak terima dan menuntut bahkan sempat mengancam hostnya dgn pistol. beritanya katanya udah keluar rame di infotainment dulu.
mungkin ini kasus terakhir yg bener2 bikin TOBAT para pembuat reality show

lalu mengapa acara2 seperti playboy kabel yg mengintip2 orang, termehek mehek yang membuka aib orang, mata mata yg ngambil gambar org tanpa ijin, dll masih tetap berjalan tanpa ada masalah lagi ?
kog gak ada yg dirugikan dalam acara itu yg menuntut lagi ?

jawabannya adalah sebab kini para pembuat acara itu menggunakan cara scripted dan pengadeganan alias FAKE yg tentunya lebih aman..semua tidak lagi menggunakan cara beneran namun hanya menggunakan aktor yg bermain saja.
makanya bebas dari segala tuntutan dan tdk akan menimbulkan korban lagi.


Sumber:
- super sumanto @ http://kaskus.us
- kapanlagi.com
- TEMPOinteraktif


15 komentar:

  1. Karumbu mengatakan...
     

    sangat menarik. saya menikmati artikel anda. kabari sy kalo ada artikel terbaru. http://karumbutribun.blogspot.com

  2. RiP666 mengatakan...
     

    wahhh gitu ya bro,,kirain dah real bgt tuh hhohoho

  3. Tony mengatakan...
     

    Reality show, mengaku real tapi nggak real sama sekali. Nggak jauh beda dengan sinetron. Contoh Termehek-mehek, penontonnya dibuat termehek-mehek karena selesai cerita nggak tahunya dibohongi. Sekali lagi...reality show yang nggak real sama sekali, kecuali acara berita..he3

  4. resistanCe mengatakan...
     

    Busettt... detail banget..
    g kerasa gw dah baca panjang banget....baru sadar pas gw scroll balik ke atas...
    nice info sob.... TOP ABIS

  5. Sapujagadku mengatakan...
     

    wah.. ini baru info. ampek pegel semua nih bacanya. tapi good.. good..

  6. arik mengatakan...
     

    sangat menjawab pertanyaan saya selama ini tentang kebenaran dari reality show "khususnya termehek-mehek" trima kasih banyak

  7. Korfan mengatakan...
     

    Ini dia posting yang mantep..
    memang reality show jaman sekarang sangat memuakkan..
    ganti kek sama acara klinik2 internet.. pasti ratingnya tinggi.

  8. Yauma Yulida H. mengatakan...
     

    Memang terlihat reality show di Indonesia (sama seperti sinetronnya) memang kualitas rendahan. Yang lebih parah, banyak yang ngaku2 kalo ini acara real atau kalo nggak plagiat dari acara luar.

  9. tj_linker mengatakan...
     

    pantes.. knp termehek2 ceritanya kok kayanya "tragis" dan semakin "tragis" aja .. thx for the infoRmation

  10. Business Law mengatakan...
     

    Televisi Indonesia sudah makin tidak kreatif dan inovatif aja ya sekarang. Ini termasuk dalam kategori bentuk penipuan dalam memberikan informasi palsu donk ya?

  11. roomen mengatakan...
     

    walaupun tujuannya menghibur tp tetp aja namanya penipuan,,,,

  12. kumpulan bisnis mengatakan...
     

    wah info yg menarik mas,, kirain beneran 100% ternyata jg ada tipuannya

  13. cinta cantik mengatakan...
     

    wah jd selama ini cinta tertipu ya,,,

  14. etikush mengatakan...
     

    link artikel ini saya pasang di blog saya yach...

    soalnya artikelnya bagus...
    :)

    makacih...

  15. jabon mengatakan...
     

    makasih saya senang membacanya ... salam kenal saja dari saya ... :-)

Poskan Komentar