Selamat Datang...

MEDIA KITA hadir dengan tampilan baru yang lebih fresh  dan memikat. MEDIA KITA tetap berkomitmen untuk memberikan informasi yang benar sesuai dengan fakta-fakta yang ada dan akan selalu memberikan informasi yang segar, informatif, variatif dan inspiratif buat pembaca MEDIA KITA.

MEDIA KITA menerima pemasangan iklan dengan harga kompetitif keterangan lebih lanjut ke idolazay[at]gmail.com

Investasi Berantai Marak Lagi di Internet

>
oleh: Abdul Wahid Fauzie
Wahyu Tri Rachmawati

Mewaspadai investasi dengan janji untung selangit

Ongkang-ongkang kaki, tapi mendapatkan duit jutaan sampai miliaran rupiah. Siapa yang tidak tergiur, apalagi di musim krisis seperti sekarang. Kini, tawaran investasi berantai sejenis ini kembali marak memanfaatkan situs jejaring sosial di internet.

Salah satunya adalah Asia Bersama yang menawarkan skema investasi mirip dengan multilevel marketing (MLM). Bedanya, Asia Bersama sama sekali tidak menjual barang. Investor hanya wajib menyetor Rp 80.000 yang ditransfer ke empat rekening sponsor masing-masing Rp 20.000.

Setelah itu, ia harus mengajak sebanyak mungkin orang untuk melakukan hal serupa. Investor akan meraih uang Rp 20.000 setiap kali orang baru bergabung di jaringannya, baik secara langsung atau lewat orang yang ia sponsori. Dengan demikian, uangnya akan berbiak dengan sendirinya.

Dhany, salah satu investor Asia Bersama mengaku mendapat tawaran di iklan situs facebook. Ia ikut program ini belum genap sebulan, tapi sudah merasakan efeknya. Dhani mendapat uang itu setelah berhasil membujuk delapan orang untuk mengikuti langkahnya. Delapan orang kini sudah memiliki bawahan tiga orang.

Skema Piramida

Rata Penuh
Hitngan Asia Bersama begini. Jika Dhany bisa mensponsori 20 peserta di pekan pertama dan peserta baru ini masing-masing mensponsori 20 peserta di pekan kedua, dan begitu seterusnya, Dhany akan meraup hampir Rp 3,4 miliar dalam sebulan.

Selain Asia Bersama, ada penawaran serupa dari Bisnis 5 Miliar dan Tabungan Jumbo. Bedanya, Bisnis 5 Milyar mewajibkan investor membeli tujuh unit buku elektronik dengan topik berbisnis dan mencari duit secara online seharga Rp 180.000.

Seperti Asia Bersama, seorang nasabah Bisnis 5 Miliar juga harus mereplika penawaran itu kepada sebanyak mungkin investor. iming-iming Bisnis 5 Miliar adalah dari 10 member langsung, penyetor tadi bisa mengantongi Rp 5,11 miliar. Tabungan Jumbo menetapkan setoran awal Rp 200.000. Mereka juga memberi janji bonus bagi hasil Rp 4,29 juta sebulan selama tujuh bulan.

M. Ichsan, Perencana Keuangan Prima Planner Family, berkata, Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) sudah melarang praktik investasi berpola piramida seperti itu. Jadi, ada kemungkinan program ini termasuk investasi bodong.

Karena itu, Ichsan menyarankan masyarakat waspada. Sebab, ketika pasar sudah jenuh, sistem piramida akan ambruk. Alhasil, investor yang masuk belakangan akan gigit jari. Ichsan mengatakan investasi model itu, paling cepat runtuh dalam setahun.

Lagi pula, selain tak menyebut alamat dan identitas terang, penyelenggara semakin cerdik dengan mematok dana minim. Alhasil, investor tidak akan merasa terlalu rugi jika uangnya hilang.

Skema piramida ini berpontensi merugikan orang lain, dan penyelenggara menjadi pihak yang paling untung. "Sayangnya, regulator tidak menyentuh lahan ini," ujar Tedy Fardiansyah, Direktur dan Analis Capital Institute.

Sumber: Dari wartawan/ti Senior Kontan

1 komentar:

  1. agus r mengatakan...
     

    tanda bahwa masyarakat kita sudah mulai sadar dg pentingnya investasi. salam :)

Poskan Komentar