Selamat Datang...

MEDIA KITA hadir dengan tampilan baru yang lebih fresh  dan memikat. MEDIA KITA tetap berkomitmen untuk memberikan informasi yang benar sesuai dengan fakta-fakta yang ada dan akan selalu memberikan informasi yang segar, informatif, variatif dan inspiratif buat pembaca MEDIA KITA.

MEDIA KITA menerima pemasangan iklan dengan harga kompetitif keterangan lebih lanjut ke idolazay[at]gmail.com

ANAK BUKANLAH INVESTASI, melainkan OBLIGASI

>
oleh: Freddy Pieloor*
Materi ini mungkin sudah pernah Anda dengar namun bisa saja Anda sudah lupa.
Dalam adat timur seperti Indonesia, masih banyak yang menganggapanak adalah sebuah investasi, dimana saat anak sudah dewasa danmandiri, maka anak tersebut harus "MEMBAYAR" kembali semuabiaya yang telah dikeluarkan orang tuanya PLUS biaya bunga selama puluhan tahun.
Dulu memang adat timur demikian, namun sekarang kultur dan budayasudah berubah, dimana banyak orang tua yang saat ini hidup sengsara dan menderita, hidup dalam kemiskinan dan kemelaratan, karena menganggap anak adalah investasi.
Bila ternyata "investasinya" tidak memberikan return yang "memadai", anaknya hanya mampu hidup dalam ekonomi pas-pasan dan untuk membiayai keluarganya saja, kadang kurang.
Apakah orang tua menjadi tanggung jawab anak-anak? Karena anak adalah sebuah "INVESTASI"?
Perlu saya sampaikan di sini:"Bila Anda benar2 mencintai anak2 Anda dengan tulus dan iklas, Anda tidak pantas untuk minta balasan atau PAMRIH atas cinta Anda tersebut".
Anak bukanlah investasi Anda di masa tua, namun sebenarnya adalah sebuah OBLIGASI (KEWAJIBAN) Anda dimasa produktif, untuk memberikan "bangku sekolahan" dan asupan mental yang baik, sebagai Modal menjadi manusia MANDIRI.
Seandainya anak Anda memberikan sebuah "gaji bulanan" kepadaAnda, bersyukurlah Anda, bahwa Anda telah berhasil membimbing mereka menjadi anak yang berbakti kepada orang tua.Namun bila anak Anda tidak mampu atau tidak mau memberi"bulanan" kepada Anda, ya itu karena didikan Anda juga (Andatelah gagal menjadi orang tua???).
Semoga dengan Anda menyadari anak bukanlah investasi, Anda mulai sekarang mempersiapkan masa depan yang mandiri dan tidak menggantungkan hidup kepada siapapun, juga kepada anak sekalipun. Ingat: Anda bukanlah manusia parasit dan beban bagi manusia lain, melainkan Anda adalah manusia yang memberi manfaat kepada siapapun dimanapun dan kapanpun, sampai Anda mati.
Demikian dan selamat menata masa depan mandiri.
*Freddy Pieloor, CFP® adalah Konsultan Keuangan Keluarga & Asuransi (K3A)

1 komentar:

  1. IHSAN mengatakan...
     

    ya benar paradigma yang salah kaya gini harus diluruskan.
    thanks bos infonya

Poskan Komentar