Selamat Datang...

MEDIA KITA hadir dengan tampilan baru yang lebih fresh  dan memikat. MEDIA KITA tetap berkomitmen untuk memberikan informasi yang benar sesuai dengan fakta-fakta yang ada dan akan selalu memberikan informasi yang segar, informatif, variatif dan inspiratif buat pembaca MEDIA KITA.

MEDIA KITA menerima pemasangan iklan dengan harga kompetitif keterangan lebih lanjut ke idolazay[at]gmail.com

pikiran membentuk diri kita

>

Dalam sebuah kisah diceritakan, seorang petani menemukan telur elang dan menempatkannya bersama telur ayam yang sedang dierami induknya. Setelah menetas, elang itu hidup dan berperilaku persisi seperti anak ayam karena ia mengira dirinya memang anak ayam.

Pada suatu hari, ia melihat seekor elang dengan gagah terbang mengarungi angkasa."Wow, luar biasa!Siapakah itu?Terbang cepat sekali dan terlihat gagah,"katanya penuh kekaguman.

"Itulah elang. Raja segala burung! Sahut ayam disekitarnya.

"Kalau saja kita bisa terbang, ya? Luar biasa!"ujar elang kecil itu.

Para ayam menjawab,"Ah, jangan mimpi! Ia makhluk angkasa, sedang kita hanya makhluk bumi. Kita hanya ayam!"

Elang itu melihat ada banyak kesamaan antara dirinya dengan elang yang sedang terbang. Ia menyakini bahwa dirinya pun sanggup untuk terbang. Namun, ayam-ayam disekitarnya selalu mengatakan bahwa dirinya adalah ayam. Mereka mengatakan kalau ia tidak bisa terbang karena ia adalah hanya seekor ayam. Akhirnya, elang itu makan, minum,menjalani hidup, dan akhirnya mati sebagai seekor ayam.

Begitulah, kita sesuai dengan anggapan kita sendiri. Berpikir seperti seorang juara bisa membuat kita benar-benar menjadi juara. Berpikir menjadi orang yang selalu kalah dan rendah malah benar-benar membuat kita selalu menjadi orang rendahan. Pikiran adalah sumber kekuatan yang dahsyat. Sudut pandang yang ada dalam pikiran kita akan mempengaruhi apa yang kita lihat. Ini bisa menjebak.

Ketika kita mempunyai pikiran bahwa orang negro itu jahat dan setiap kita melihat orang yang kulit hitam legam, tubuh kita bereaksi untuk bersikap waspada dan menjauhinya. Namun, ketika orang itu malah membantu, kita terkejut dan menyangka ia pasti memiliki maksud tertentu.

Ketika kita mempunyai pikiran bahwa kita adalah orang biasa, kita pun akan hidup dan mati seperti orang biasa, Namun, ketika kita yakin kita bukan orang biasa, yaitu orang yang ditakdirkan menjadi orang yang luar biasa, kita akan berusaha lebih keras daripada usaha orang lain. Bukan bermaksud menjadi takabur, tetapi agar menjadi lebih kuat. Tambah dan perluaslah wawasan hidup agar kita dapat memiliki sudut pandang yang lebih kaya. ( dikutip dari buku "Bahagia Tanpa Batas" )

" Jika Anda ingin keberhasilan biasa, perbaikilah perilaku ;

Jika Anda ingin keberhasilan besar, perbaiki pola pikir "

( Stephen R. Covey

0 komentar:

Poskan Komentar