Selamat Datang...

MEDIA KITA hadir dengan tampilan baru yang lebih fresh  dan memikat. MEDIA KITA tetap berkomitmen untuk memberikan informasi yang benar sesuai dengan fakta-fakta yang ada dan akan selalu memberikan informasi yang segar, informatif, variatif dan inspiratif buat pembaca MEDIA KITA.

MEDIA KITA menerima pemasangan iklan dengan harga kompetitif keterangan lebih lanjut ke idolazay[at]gmail.com

Terkadang CERITA itu lebih menarik

>
oleh: David Ciang

Dalam buku favorit saya, "One Minute Millionaire", pengarangnya menjelaskan bahwa setiap pembaca memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam menangkap isi buku. Ada yang lebih suka membaca teori dalam bentuk artikel, dan ada juga yang belajar melalui cerita- cerita (stories). Oleh karena itu, dalam setiap bab bukunya terdapat 2 bagian. Yang pertama adalah cerita (story) mengenai seorang Ibu yang dipaksa mertuanya untuk mencari uang sebesar satu juta USD untuk menembus anaknya. Sementara bagian keduanya adalah artikel mengenai teori-teori keuangan yang berhubungan dengan cerita dalam bab yang bersangkutan.


Saya sependapat dengan pengarang tersebut. Saya percaya ada orang yang lebih cepat menangkap maksud penulis apabila tulisan dituangkan dalam bentuk cerita. Dan ada orang yang lebih cepat mengerti apabila tulisan dituangkan dalam bentuk artikel. Oleh karena itu, ebook saya yang berjudul "Keuangan Pribadi: Resep Rahasia Dibalik Kesuksesan Kaum Kaya", setiap bab terdiri dari cerita dan artikel.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda lebih suka membaca cerita? Atau Anda lebih suka membaca artikel? Kali ini saya akan memberi kesempatan kepada Anda untuk menentukan yang mana yang Anda suka. Dibawah ini saya akan menulis mengenai "pasif income" dalam 2 bentuk. Satunya adalah cerita. Satunya lagi adalah artikel. Silahkan Anda membaca keduanya, setelah itu Anda dapat menilai yang mana yang Anda lebih suka.

==============
Cerita

==============

Di sebuah desa yang terpencil, air bersih sangat sulit ditemukan. Penduduk harus berjalan sejauh 10km untuk ke sungai untuk mendapatkan air bersih. Dalam desa tersebut, Badu dan Dodi bertugas untuk menyediakan air bersih bagi penduduk. Setiap harinya kerja mereka adalah membawa ember ke sungai, dan mengangkat air dari sungai tersebut kembali ke desa.

Walaupun Badu dan Dodi adalah pesaing dalam bisnis air, namun mereka berdua tetap berteman dan sering saling berbagi cerita satu sama lain.

Suatu hari, Badu mendapatkan satu ide bagus mengenai bisnis airnya. Dan dia bermaksud mengajak Dodi untuk bekerja sama.

"Dod, kan rasanya cape kalau kita setiap hari mesti mengangkat air dari sungai. Bagaimana kalau kita bangun saluran air dari sungai ke desa kita?" ajak Badu.

Sayangnya Dodi berpikiran lain. "Apa? Buat apa cape-cape bikin saluran air sepanjang itu. Buang-buang uang. Buang-buang tenaga saja. Lebih baik tenaganya dipakai untuk mengangkat air. Toh gua kuat kok tiap hari angkat air ke desa."

Begitulah akhirnya karena perbedaan pendapatan, Badu dan Dodi menempuh jalannya masing-masing. Dodi tetap bersikeras untuk mengangkat air seperti biasa dari sungai ke desa. Sementara Badu memulai usahanya untuk membangun saluran air.

Berhubung pada waktu itu teknologi gak secanggih sekarang, membangun saluran air membutuhkan waktu yang lama. Kerjaan Badu berganti menjadi menggali saluran. Setiap hari Badu bekerja tanpa dibayar. Bahkan Badu harus mengeluarkan uang sendiri untuk membayar pipa air.

Dodi menertawakan kerjaan Badu. "Bodoh. Mau-maunya melakukan pekerjaan yang tidak dibayar. Dulu sudah bagus masih punya pekerjaan yang bisa dapat uang, sekarang malah hidup menderita."

Sepanjang 3 bulan Badu harus bekerja tanpa dibayar. Dia bisa hidup dari uang tabungan, namun harus hidup super hemat setiap harinya. Uangnya hanya cukup untuk membayar makanan sederhana.

Akhirnya saluran air Badu berhasil dibangun. Badu bisa mendapatkan air bersih cukup dari rumahnya di desa. Dan air ini dapat langsung dijual ke desa tanpa perlu berjalan ke sungai.

Sekarang, Badu telah mendapatkan pendapatan pasif dari saluran airnya. Saluran air ini tetap terus menghasilkan uang untuk Badu, tanpa perlu bekerja. Sementara Dodi tetap harus berjalan ke sungai untuk mengambil air untuk menghasilkan uang.

Waktu terus berjalan, akhirnya Dodi dan Badu memasuki usia tuanya. Badan Dodi sudah tidak sekuat yang dulu lagi. Tenaganya tinggal separuh. Karena dia sudah tidak kuat untuk berjalan ke sungai, pendapatannya menurun jauh. Bahkan, bila Dodi sedang sakit, Dodi tidak mendapatkan uang sama sekali.

Pada saat itu Dodi mulai menyesal, mengapa dulunya dia tidak menerima tawaran Badu untuk bekerja sama. Padahal kalau dia dulunya berpikir seperti Badu, tentunya hidupnya sekarang tidak sesusah sekarang.

==============

Artikel

==============

Pasif income adalah pendapatan yang datang secara pasif. Artinya kita akan mendapatkan uang, tanpa harus bekerja. Menarik bukan? Bagaimana cara mendapatkan pasif income ini?

Dalam konsep Cashflow Quadrant yang diajarkan oleh Robert Kiyosaki, Kiyosaki mengatakan bahwa yang mendapatkan pasif income adalah mereka yang berada pada kuadran kanan. Yaitu kuadran bisnis dan kuadran investor. Sayangnya untuk berpindah dari kuadran kiri ke
kuadran kanan itu tidak gampang. Dibutuhkan pola pikir yang berbeda.

Bagaimanakah pola pikir orang di kuadran kanan? Jawabannya adalah seperti ini. Orang-orang pada kuadran kanan hanya mengerjakan satu hal, yang akan mendatangkan uang secara terus-menerus bagi mereka. Singkat kata, satu kali kerja, uang akan mengalir terus.

Contohnya adalah bisnisman. Dalam membangun bisnis, bisnisman pasti membuat suatu sistem. Sistem ini akan mengatur cara kerja seluruh bisnisnya. Misalnya untuk usaha dagang, bisnisman akan mengatur siapa yang akan membeli barang, siapa yang akan menjual barang, siapa yang akan menagih, bagaimana cara uang disetor ke bank, dan lain-lain.

Jadi tugas utama dari bisnisman adalah men-setup sistem. Dalam sistem bisnisnya, orang lainlah yang bekerja untuk sang bisnisman. Setelah bisnis dapat berjalan dengan lancar, tugas bisnisman menjadi lebih ringan, cukup mengawasi bisnis. Bahkan bila bisnis ditinggalkan oleh bisnisman, untuk liburan ke luar negeri, bisnis tetap dapat berjalan dengan lancar. Uang akan tetap mengalir masuk. Pasif income.

===============

Penutup

===============

Cerita dan artikel diatas memiliki topik yang sama, yaitu pasif income. Yang berbeda hanyalah gaya penceritaannya. Yang mana yang Anda lebih suka? Cerita? Artikel?

Kalau Anda lebih suka cerita, ada beberapa penulis yang menyampaikan pesan-pesannya melalui cerita. Salah satunya yang terkenal adalah Andrie Wongso dengan bukunya 15 Wisdom & Success.

Apabila Anda lebih suka artikel, kebanyakan buku yang beredar di toko buku saat ini berbentuk artikel.

Atau mungkin Anda lebih suka keduanya untuk saling melengkapi sehingga Anda dapat lebih menangkap pesan dari pengarang, maka ebook saya lebih cocok untuk Anda. Ebook "Keuangan Pribadi: Resep Rahasia Dibalik Kesuksesan Kaum Kaya", setiap babnya didahului dengan cerita, dan kemudian diikuti dengan artikel pendukung cerita tersebut. Anda akan lebih mudah dalam mempelajari cara-cara pengelolaan keuangan pribadi. Tertarik? Anda boleh membaca bab pertamanya, GRATIS. Silahkan didownload melalui link dibawah ini:
http://www.keuanganpribadi.com/dl/modul1.pdf

Praktisi keuangan yang sudah ternama sekaligus Direktur Program MM Keuangan Universitas Bina Nusantara, Prof. Ir. Dr. Roy Sembel MBA, telah memberi testimonial terhadap ebook saya. Beliau memuji kreativitas saya karena menuangkan pesan-pesan keuangan dalam bentuk cerita sehingga ebook ini menjadi lebih menarik untuk dibaca.

0 komentar:

Poskan Komentar