Selamat Datang...

MEDIA KITA hadir dengan tampilan baru yang lebih fresh  dan memikat. MEDIA KITA tetap berkomitmen untuk memberikan informasi yang benar sesuai dengan fakta-fakta yang ada dan akan selalu memberikan informasi yang segar, informatif, variatif dan inspiratif buat pembaca MEDIA KITA.

MEDIA KITA menerima pemasangan iklan dengan harga kompetitif keterangan lebih lanjut ke idolazay[at]gmail.com

Menggunakan Kartu Kredit dengan Bijak

>

Adler Haymans Manurung praktisi keuangan

Sekarang ini kartu kredit menjadi alat bayar yang paling banyak ditawarkan bank. Sebenarnya, kartu kredit menjadi alat consumer bagi pemegangnya dan mengakibatkan persoalan negatif dan positif bagi pemakainya. Bahkan, beberapa pihak menggunakan kartu kredit untuk mencitrakan pemegangnya sangat dipercaya dan bonafide. Padahal, di sisi lain memegang banyak kartu kredit membaut juga repot mengelola kartu kredit.

Kartu kredit sepantasnya dimiliki mereka yang bisa mengatur keuangan dan pendapatannya sedikit lebih besar. Berdasarkan pertanyaan penulis ke beberapa pihak, kartu kredit selayaknya baru bisa dimiliki konsumen yang mempunyai pendapatan lebih besar dari Rp 4 juta.

Kartu kredit menguntungkan pemegangnya karena tidak membayar langsung saat belanja. Pemegang bisa menyimpan dulu dananya di bank sebelum membayar tagihan belanja kartu kredit. Tagihan biasanya dilakukan satu bulan setelah transaksi.

Saran penggunaan

Beberapa saran penggunaan kartu kredit, antara lain: pertama, kenali diri apakah sudah pantas dan wajar menggunakan kartu kredit dan bisa mengendalikan diri agar tidak konsumtif. Ini merupakan faktor penting menggunakan kartu kredit. Bila konsumen belum waktunya membeli barang tersebut dengan kartu kredit selayaknya menunda lebih dulu. Pertimbangkan apakah tidak lebih baik menggunakan kartu autodebit daripada kartu kredit.

Bila Anda bisa menahan nafsu konsumerisme, Anda layak mempunyai kartu kredit. Umumnya, mereka yang telah mempunyai kemampuan wealth management yang bagus pantas memiliki kartu kredit. Pengetahuan pengaturan kekayaan serta arus kas sudah dimiliki konsumen yang telah mempunyai kekayaan cukup besar.

Kedua, belanja kehidupan sehari-hari di toko swalayan menggunakan kartu kredit karena sudah jelas besaran yang dikeluarkan dan merupakan bagian pengeluaran dari gaji. Bila konsumen membayar belanja dengan tunai di toko swalayan, maka dana tabungan langsung habis dan bunga bank tidak diterima. Padahal, pembayaran bisa dilakukan bulan mendatang. Kartu kredit membuat Anda lebih tidak berisiko karena tidak perlu membawa dana tunai yang cukup besar di dompet.

Ketiga, Anda dapat membeli barang yang yang diinginkan dengan catatan telah memiliki dana di tabungan. Anda hanya membayarnya satu bulan ke depan dan Anda mendapat bunga atas dana yang disimpan di tabungan tersebut selama satu bulan.

Jangan menggunakan kartu kredit untuk belanja barang elektronik, seperti kulkas, televisi, radio, dan telepon seluler. Anda akan dikenai tambahan harga 3 persen karena pengusaha elektronik tersebut dikenai 3 persen ketika dia menagih ke bank bersangkutan. Artinya, konsumen harus menanggung biaya yang dikenai bank penerbit kartu kredit terhadap penjualan pebisnis (merchant) karena konsumen menggunakan kartu kredit. Sebenarnya pengenaan biaya 3 persen tersebut sebenarnya tidak wajar karena pebisnis mendapat dana tunai secara cepat.

Keempat, jangan menunda pembayaran belanja bulan lalu yang ditagih sekarang. Anda sebaiknya membayar tagihan kartu kredit lima hari sampai sehari sebelum jatuh tempo tagihan tersebut. Bila konsumen membayar pada hari jatuh tempo tidak merepotkan bila bisa dikerjakan, tetapi akan membuat konsumen menjadi sedikit khawatir bila pembayaran tidak terjadi pada hari tersebut. Bila konsumen membayar dengan transfer melalui ATM sebaiknya tiga hari sebelum jatuh tempo walaupun bank penerbit kartu kredit menyatakan paling lambat dua sebelum hari jatuh tempo. Pengendalian diri untuk tetap membayar kartu kredit tepat waktu sangat penting.

Kelima, gunakan kartu kredit untuk transaksi besar tanpa biaya 3 persen karena sangat menguntungkan konsumen. Bila Anda ingin bertransaksi sebesar Rp 10 juta atau lebih, sangat bagus dan wajar menggunakan kartu kredit karena investor mendapatkan bunga atas nilai pembelian tersebut.

Keenam, cek tagihan kartu kredit secara saksama. Bukti transaksi memakai kartu kredit harus disimpan sampai tagihan datang. Konsumen mencocokkan bukti transaksi dengan tagihan yang dikirimkan penerbit kartu kredit. Tagihan bisa saja masuk dari tempat lain atau transaksi dua bulan sebelumnya. Ada beberapa pemegang kartu kredit merasa tidak melakukan pembelian, tetapi ditagih penerbit kartu kredit.

Lunasi

Bila Anda mempunyai tagihan yang belum dibayar, tindakan pertama adalah melunasi utang kartu kredit saat ini. Dana diperoleh dengan berbagai cara, antara lain meminjam ke bank bersangkutan dengan jaminan. Bila Anda terus tidak membayar tagihan, Anda dikenai bunga cukup besar, sekitar 3 persen per bulan dan biaya administrasi. Bunga ini juga akan berbunga lagi bila tidak dibayar sehingga utang konsumen semakin meningkat. Bank yang memberikan kartu kredit konsumen sangat menyukai bila konsumen tidak melakukan pembayaran.

Bila tidak mempunyai barang untuk digadaikan atau dijual demi menutup utang, Anda dapat meminjam ke perusahaan tempat bekerja dengan membuat perjanjian bunga sesuai dengan pasar dan dipotong dari gaji setiap bulannya. Anda harus melakukan perhitungan matang untuk kembali belanja dengan kartu kredit. Selama enam bulan ke depan sebaiknya Anda hanya belanja memakai kartu kredit ke toko swalayan untuk belanja kebutuhan sehari-hari. Dengan demikian, pengeluaran Anda dapat diatasi dan tidak kena biaya keuangan dari bank akibat menggunakan kartu kredit dengan tidak wajar.

Anda sebaiknya juga memiliki kartu kredit yang diterima semua merchant untuk memudahkan transaksi. Anda harus menanyakan hal ini kepada penerbit kartu kredit.

Risiko yang Anda hadapi dengan memegang kartu kredit yaitu, risiko gagal bayar tagihan. Anda juga akan digoda lebih menjadi konsumtif daripada sebelumnya. Bila konsumen sudah bisa mengelola risiko ini, maka konsumen sudah layak mempunyai kartu kredit.

Pertanyaan dapat diajukan kepada penulis melalui kompas@kompas.com

0 komentar:

Poskan Komentar