Selamat Datang...

MEDIA KITA hadir dengan tampilan baru yang lebih fresh  dan memikat. MEDIA KITA tetap berkomitmen untuk memberikan informasi yang benar sesuai dengan fakta-fakta yang ada dan akan selalu memberikan informasi yang segar, informatif, variatif dan inspiratif buat pembaca MEDIA KITA.

MEDIA KITA menerima pemasangan iklan dengan harga kompetitif keterangan lebih lanjut ke idolazay[at]gmail.com

Pemimpin Yang Berkualitas

>
oleh:
Ada 4 aturan yang perlu dilakukan seseorang, agar bisa menjadi pemimpin yang berkualitas, yaitu :

1. HAVE VISION (PUNYA VISI)
Visi seorang pemimpin tentang organisasi yang dipimpinnya akan membawa seluruh organisasi itu dan isinya bergerak maju. Tanpa visi yang jelas, organisasi akan stagnan, dan masing-2 anggota akan merasakan ketidaknyamanan berada di dalamnya.

Kondisi stagnan yang terus menerus, akan membuat organisasi ditinggalkan oleh anggotanya satu persatu. Visi seorang pemimpin harus sinkron dengan visi dan misi organisasi, sehingga setiap gerak, tindakan dan inovasi yang terjadi di dalam organisasi tersebut bisa maju seirama.

2. WALK THE TALK (MELAKUKAN APA YANG DIKATAKAN)
Kalau anda pernah mendengar seseorang yang mendiskreditkan pimpinannya, misalnya dengan berkata "Gue sebel sama si boss. Seenaknya aja dia suruh ini, suruh itu. Padahal belum tentu dia
sendiri bisa melakukannya......", berarti pimpinan tersebut belum melakukan yang namanya WALK THE TALK, alias melakukan apa yang dibicarakan.

Intinya adalah, anak buah anda akan lebih respek ke anda bila anda sendiri PERNAH MELAKUKAN apa yang anda intruksikan kepada mereka. Setidaknya, anda pernah mencontohkan atau melakukan suatu tindakan tertentu di depan anak buah anda secara sempurna, sehingga ungkapan-2 seperti diatas tidak pernah terucap dari mulut anak buah
anda.

3. EMPOWERING PEOPLE
Pemimpin bukan seseorang yang paling hebat di dalam kelompoknya, tapi seseorang yang bisa mengendalikan kelompoknya, dan disisi lain juga mampu memotivasi anak buahnya sehingga masing-2 orang dapat bekerja secara maksimal. Ada satu kesalahan fatal yang sering dilakukan para pemimpin, yaitu mereka memanipulasi anak buah mereka dengan seringnya memerintah sana sini. John Maxwell, pakar kepemimpinan dari Amerika pernah mengatakan bahwa "A great leader are they who motivate people, not manipulate".

Manipulasi lebih berkonotasi negatif, dimana seorang pemimpin merasa mereka berhak perintah sana perintah sini, karena mereka beranggapan bahwa seorang pemimpin adalah mereka yang bisa memberikan banyak perintah kepada anak buahnya. sedang memotivasi orang lebih positif, dimana pemimpin mau menggali ke dalam diri seseorang, apa keinginan dan kemampuannya, dan bagaimana pemimpin bisa memberikan inspirasi sehingga orang tersebut mau mendayagunakan seluruh potensinya secara optimal.

4. EXCELLENT COMMUNICATION
Komunikasi yang salah antara pimpinan dan bawahan sering menjadi salah satu sebab timbulnya konflik di dalam suatu organisasi. Berkomunikasi bukan sekedar bicara, tapi juga berusaha untuk mendengar dan memahami bagaimana orang lain berpikir. Apabila terjadi suatu perbedaan pendapat, cobalah juga untuk berpikir dari sisi orang lain, sehingga kita bisa lebih mudah memahami mengapa orang lain berpikir berbeda dengan kita.

Keempat proses diatas bukanlah sebuah proses yang instan, tapi dibutuhkan proses untuk membuatnya menjadi kebiasaan. Dan sudah pasti, di dalam proses menjalaninya, akan ada banyak tantangan dan masalah yang timbul. Semakin banyak tantangan yang kita selesaikan,
akan semakin menempa kita menjadi pemimpin yang berkualitas. Sukses untuk anda !

4 komentar:

  1. budi mengatakan...
     

    Semoga di tahun 2009 nanti kita mendapat kan pemimpin yang benar-benar berkualitas, amin

  2. ifoell mengatakan...
     

    PSeorang pemimpin harus tahu apa yg di pimpinnya.. iya ngga..??

  3. Media Informasi mengatakan...
     

    @Budi: Kami pun berharap begitu. Siapapun yang menjadi presiden harus siap memikul tanggungjawab yang besar untuk mensejahterakan rakyatnya.


    @Ifoell: Benar sakali. Dia harus mengetahui apa dan siapa yang akan dipimpin. Juga harus punya tujuan yang jelas.

  4. Bang Ir mengatakan...
     

    Ya,....siapapun pemimpin negara untuk tahun depan, yang terpencing bisa membawa amanat dari rakyat....salam

Poskan Komentar