Selamat Datang...

MEDIA KITA hadir dengan tampilan baru yang lebih fresh  dan memikat. MEDIA KITA tetap berkomitmen untuk memberikan informasi yang benar sesuai dengan fakta-fakta yang ada dan akan selalu memberikan informasi yang segar, informatif, variatif dan inspiratif buat pembaca MEDIA KITA.

MEDIA KITA menerima pemasangan iklan dengan harga kompetitif keterangan lebih lanjut ke idolazay[at]gmail.com

Krisis, Saatnya Lahir Entrepreneur Baru

>
oleh: David Setiawan

Memang agak sulit mengaitkan benang merah yang tepat antara korelasi masa krisis ekonomi dengan bermunculannya entrepreneur baru (wirausaha).

Bagi orang yang memiliki Keyakinan yang kuat begitu terbenam dalam jiwa kewirausahaannya. Maka menurutnya masa-masa kritis akan membuat manusia akan menemukan kekuatan baru untuk bangkit yang akhirnya berhasil berdiri di tengah keterpurukan, dalam hal ini tumbuhnya jiwa wirausaha.

Dari contoh pada saat krisis ekonomi tahun 1998 yang dialami Indonesia, justru memunculkan banyak entrepreneur baru akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran. Pada waktu itu banyak orang banting setir dari sosok manusia 'gajian' menjadi wirausaha termasuk berdagang kaki lima, buka toko, cafe, restoran dan lain-lain.
Kunci sukses sebagai seorang entrepreneur harus mempunyai mimpi atau vision, dan juga disiplin, ulet kerja keras untuk mencapai visi. Sehingga dengan keluletan diharapkan bisa merealisasikan mimpi menjadi kenyataan.

"Justru dengan krisis global ini dan keadaan ekonomi yang kurang baik, bagi orang yang memiliki jiwa wirausaha percaya sebagai manusia kalau kita kepepet maka kita akan kreatif dan juga mempunyai etos kerja keras untuk berhasil dan kalau kita berhasil dimasa yang penuh tantangan ini maka itu bisa menjadi kebanggaan," ini merupakan alasan yang kuat untuk tetap teguh pada jalur yang sudah diambil dan berusaha merealisasikan mimpi-mimpi.

Untuk menjelaskan ada kaitannya sangat erat sekali antara masa krisis dengan muculnya entrepreneur baru, yaitu pada saat kondisi susah maka orang akan berada diposisi kritis yang memacu manusia untuk mengeluarkan inovasi,semangat baru.

"How to survive, bagaimana mengatasi masalah yang dihadapi, bagaimana untuk berhasil dimasa penuh tantangan ini kebanggan dan kepuasaan tersendiri akan dinikmati nantinya," ini merupakan alasan yang kuat untuk tetap teguh pada jalur yang sudah diambil dan berusaha merealisasikan mimpi-mimpi.

Ada pendapat bagi para entrepreneur yang sudah menjalankan usahanya, kondisi sekarang ini yaitu pada saat likuiditas yang kering, maka langkah tepat adalah menunda investasi. Termasuk melakukan efisiensi aset-aset yang sudah ada.

Dengan krisis ini, justru hendaknya pengusaha dituntut untuk lebih efisiensi bahkan harus mengeluarkan terobosan baru. "Setiap pribadi yang selalu percaya dimana ada tantangan disitu ada kesempatan," ini merupakan alasan yang kuat untuk tetap teguh pada jalur yang sudah diambil dan berusaha merealisasikan mimpi-mimpi.

"Kepada entrepreneur baru, jangan pernah putus asa, tapi terus kejar cita-cita kita, terus berusaha karena kegagalan atau kesalahan itu bagian dari pengalaman. Kalau kita terus ulet dan kerja keras maka percayalah setiap orang mencapai cita-citanya," ini merupakan alasan yang kuat untuk tetap teguh pada jalur yang sudah diambil dan berusaha merealisasikan mimpi-mimpi.

Ada satu hal yang menjadi pegangannya sebagai sorang pengusaha, terutama ketika sedang mengahadapi kebangkrutan atau berada di bawah. Rahasianya, selalu memotivasi diri dengan tetap mengucap syukur diberi Tuhan kesehatan yang baik dan memelihara pertemanan yang bisa membantu dikala susah.

"Itu suatu titik yang baik yang kita pakai untuk memotivasi kita,"

"Setiap entrepreneur adalah inspirasi dan cermin semangat menciptakan kesuksesan manusia dengan mengubah mimpi menjadi kenyataan, entrepreneur sangat erat dengan sifat kegigihan, kreatifitas dan tekad,"

"Indonesia adalah negara yang berkembang tetapi memiliki entrepreneur kelas dunia yang bisa bersaing sebagai pemain, marilah kita semua hendaknya untuk mau memberikan yang terbaik untuk mengharumkan nama Indonesia," ini merupakan alasan yang kuat untuk tetap teguh pada jalur yang sudah diambil dan berusaha merealisasikan mimpi-mimpi.

Misalnya sebagai seorang yang lahir dari keluarga sederhana adalah cerminan bahwa siapapun memiliki hak yang sama untuk berhasil. Tidak mengenal suku bangsa, status, keturunan, asal muasal dan lain-lain termasuk status sebagai orang desa.

"Anak singkong tidak kalah dengan anak keju,"

0 komentar:

Poskan Komentar