Selamat Datang...

MEDIA KITA hadir dengan tampilan baru yang lebih fresh  dan memikat. MEDIA KITA tetap berkomitmen untuk memberikan informasi yang benar sesuai dengan fakta-fakta yang ada dan akan selalu memberikan informasi yang segar, informatif, variatif dan inspiratif buat pembaca MEDIA KITA.

MEDIA KITA menerima pemasangan iklan dengan harga kompetitif keterangan lebih lanjut ke idolazay[at]gmail.com

'Jangan Percaya Bahasa Bisnis'

>
oleh: detik.net

Jakarta - Bahasa bisnis kadang bisa menjebak. Praktisi pasar Rhenald Kasali mengingatkan agar jangan mudah percaya dengan bahasa bisnis yang diungkapkan seseorang. Karena yang diutarakan pebisnis kadang bertentangan dengan kondisi yang ada demi sebuah trik.

Menurut Rhenald, ketika banyak orang yang ditanya mengenai peluang usaha yang digelutinya, biasanya akan menjawab bagus. Sehingga umumnya orang akan tertarik dengan jawaban tersebut. Tapi itu bisa menjadi paradoks (bertentangan) yang menjebak seseorang dalam memulai usaha.

"Saya punya kenalan, ketika ditanya apakah peluang bisnisnya bagus? Ia menanyakan mau jawaban yang mana yang bagus atau jelek," ucap Rhenald Kasali dalam acara seminar Femina, Sukses Menjadi Pengusaha UKM, di Balai Kartini, Gatot Subroto, Sabtu (26/4/2008).

Rhenald bercerita dengan dua pilihan tersebut, ternyata rekan yang ia tanyakan lebih banyak memilih jawaban bisnisnya tidak bagus walaupun kenyataanya bisnisnya sangat berpeluang bagus.

"Setiap publik yang bertanya pada saya termasuk wartawan saya selalu bilang tidak bagus peluangnya karena kalau saya bilang bagus maka akan diikuti oleh banyak orang," ungkap Rhenal soal trik bahasa bisnis itu.

Rhenald mengingatkan jangan terlalu percaya dengan peluang bisnis yang disampaikan oleh seseorang apalagi kalau itu disampaikan tidak berpeluang atau sebaliknya.

"Jangan percaya dengan dibalik jawaban tidak ada peluang, karena kita tidak tahu di balik jawaban itu," pesannya.

Menurutnya sekarang ini orang banyak terjebak dalam strategi bisnis lautan merah. Artinya banyak yang ikut-ikutan dalam berbisnis, sehingga ujung-ujungnya bermain dengan banting harga.

"Bisnis ikut-ikutan sama saja dengan strategi berdarah-darah," tambahnya.

Namun Rhenald, menekankan bahwa dalam bisnis tidak terlepas dalam hal kecepatan dan fokus dalam menentukan sasaran pasar yang akan di capai.

"Ibarat Hyena yang mengejar Zebra, tetapi ketika berlari mengejar di tengah jalan, beralih mengejar anak rusa yang dianggap lebih menggiurkan, tetapi ternyata karena enggak fokus gagal," ujarnya mencontohkan.

Jadi berhati-hatilah dengan bahasa bisnis. ( hen / ir )

0 komentar:

Poskan Komentar