Selamat Datang...

MEDIA KITA hadir dengan tampilan baru yang lebih fresh  dan memikat. MEDIA KITA tetap berkomitmen untuk memberikan informasi yang benar sesuai dengan fakta-fakta yang ada dan akan selalu memberikan informasi yang segar, informatif, variatif dan inspiratif buat pembaca MEDIA KITA.

MEDIA KITA menerima pemasangan iklan dengan harga kompetitif keterangan lebih lanjut ke idolazay[at]gmail.com

Tips: Cara Menggunakan KK yang benar

>Kalau sekedar pingin punya KK tanpa rencana ngutang, ada beberapa pertimbangan:

1. Kalau bisa, jangan ada biaya bayar (biasanya di-charge Rp.5,000 or more tiap kali bayar via ATM. Kalau via teller bisa di atas Rp.10,000). Untuk kategori ini, bank lokal tempat anda punya rekening bisa jadi pertimbangan, misalnya: BCA, Lippo, Niaga, dll. Kalau bank asing, sudah pasti akan di-charge untuk orang umum, kecuali nasabah
rekening tabungan mereka, yang tentu saja saldo minimumnya besar banget (agak susah terjangkau untuk orang awam).

2. Iuran kalau bisa seminimal mungkin, kalau perlu gratis. Standar iuran tahunan adalah Rp.150rb untuk silver dan Rp.300rb untuk gold (Rp.600rb untuk platinum, tapi mungkin kalau sudah bisa punya platinum, uang segini nggak terlalu masalah). Yang di bawah standar adalah BCA dan Lippo, setahu saya (Rp.100rb untuk silver dan Rp.200rb
untuk gold). Hindari ABN AMRO!!! GE Money free for life. Bank Mandiri agak parah: iuran bulanan!

3. Yang pasti kena: materai. Rp.3,000 untuk Rp.250,000-Rp1jt. Di atas Rp.1jt adalah Rp.6,000. Di bawah Rp.250rb gratis.

4. Debt collector tidak akan kita jumpai kalau kita terus bayar sesuai tagihan, bahkan bila hanya pembayaran minimum.

Bank pada dasarnya tidak suka bila nasabah CC nya ngga mau bayar, tapi mereka lebih TIDAK suka lagi bila kredit nya benar2 macet alias jadi kucing2an sama pengemplang.

Debt Collection utk beberapa bank adalah issue yg sensitive karena praktek di lapangan bisa memperburuk citra bank / issuer CC. Hampir tiap hari di koran ada Surat Pembaca ttg perlakuan buruk debt collector dan tiap komplain memang harus ditanggapi oleh Customer Service issuer CC tersebut agar masalah dapat diklarifikasi.

Bayangkan, satu surat pembaca buruk thdp suatu issuer CC saja dapat menyebabkan berapa banyak orang enggan untuk apply CC ke issuer tsb.

Jadi, sebenarnya issuer terbuka untuk negosiasi dalam menyelesaikan utang CC konsumen (pengemplang) dgn program installment. Yg dilakukan di sini pertama kali adalah menghentikan pemakaian CC (di luar bahwa kartu telah diblokir) utang yg berjalan dan BUNGA nya. Setelah itu, baru dibuat kesepakatan ttg payment plan nya dll.

Itu kalau memang ada niat bayar loooh…

*** Mindset kita harus dilatih dulu ttg fungsi kartu kredit.***

Dari jaman dulu, saya selalu ANTI dgn Kartu Kredit karena tidak mau NGUTANG.

Tapi dari trend business nya, walaupun institusi perbankan kewalahan dengan NPL alias Kredit Macet, sepertinya income dari bunga kartu kredit masih sangat menguntungkan. Jadi mereka berlomba menerbitkan kartu kredit dengan BENEFIT yg menggiurkan.

Menurut teman saya yg bekerja di bank, skema nya adalah seperti ini. Misalnya suatu vendor bekerjasama dgn perusahaan kartu kredit, maka pengguna CC (Credit Card) mendapatkan diskon sebesar 50% bila berbelanja di outlet vendor tsb. 50% yg merupakan diskon itu akan dibayar oleh penerbit CC.

Kenapa? Salah satu alasannya adalah utk membentuk HABIT menggunakan CC, dan supaya lebih sering lagi menggunakannya. Forming consumer habit is difficult and expensive!

Menyadari kondisi ini, tahun lalu saya apply kartu kredit Batman BCA karena ternyata benefit nya banyak. Tagihan CC Batman BCA saya didominasi oleh pembelian kopi Starbucks yg ongoing promo utk Visa Batman nya adalah free Upsize, jadi kalau ke Starbucks berdua, pesennya SATU gelas saja! ha ha ha

Untuk membayar tagihan, saya pakai fasilitas auto payment dari rekening bank.

Jadi, purely saya menggunakan CC saya sebagai ALAT PEMBAYARAN, bukan ALAT NGUTANG.

Dulu saya pernah ngobrol sama CSO Mandiri, dia bilang pangsa CC yang paling menguntungkan bagi bank adalah golongan mid-low serta orang yang consumerism habit-nya mengalahkan logika sehingga fungsi CC yg semula sebagai alat pembayaran jadi alat ngutang. Kenapa? karena dari sinilah bank bisa mereguk pendapatan bunga yang luar biasa.

Bagi ‘the have’ dan orang yang selalu tepat waktu (& lunas) bayar tagihannya, CC tak lebih dari sekedar servis bank yg memuaskan kepada customer. Bisa bayangin gak, betapa mudahnya hidup seorang yg sebetulnya punya banyak uang tapi dia gunakan CC-nya utk transaksi dg diskon gede-gede itu dan dia ga pernah telat bayar tagihan krn langsung autodebet dari rekeningnya.. hehe, contoh customer seperti itu bukan kontributor pendapatan CC yang baik bagi bank. Walaupun sebenernya seperti itulah seharusnya cara menggunakan CC yang baik bagi kita.

[pengirim: Yatsha/Zidanie]

1 komentar:

  1. joelianti mengatakan...
     

    Thanks ya sharingnya.. Mau tanya dong, buat pengguna BCA Card, apakah memang perlu pakai asuransi/BCAlife? Keuntungan/kerugiannya apa..? Trims

Poskan Komentar