Selamat Datang...

MEDIA KITA hadir dengan tampilan baru yang lebih fresh  dan memikat. MEDIA KITA tetap berkomitmen untuk memberikan informasi yang benar sesuai dengan fakta-fakta yang ada dan akan selalu memberikan informasi yang segar, informatif, variatif dan inspiratif buat pembaca MEDIA KITA.

MEDIA KITA menerima pemasangan iklan dengan harga kompetitif keterangan lebih lanjut ke idolazay[at]gmail.com

Tenaga Kerja Lokal itu “Stupid”

>
Written by Haryo | in Random Thoughts

Aksi kerusuhan yang terjadi di Batam pada siang hari ini boleh dibilang membuat saya sedikit prihatin. Bukan hanya prihatin karena jumlah kerugian yang ditimbulkan cukup besar, tapi lebih cenderung prihatin karena faktor pemicunya — yang menurut berita, disebabkan oleh salah satu tenaga kerja ekspatriat disana yang menyebut tenaga kerja lokal “stupid”.

Memang tidak semua tenaga kerja ekspatriat yang ada di Indonesia bersikap dan bertutur kata arogan seperti yang terjadi di Batam, sehingga kemudian memicu keributan. Selama ini saya mengenal cukup banyak ekspatriat yang rendah hati dan sangat santun dalam segala tingkah lakunya. Mereka selalu memperlakukan siapapun di tempat kerjanya, terutama tenaga kerja lokal, dengan respek dan menganggap tenaga kerja lokal sebagai partner kerja yang kedudukannya setara dengan dirinya.

Namun memang tidak bisa dipungkiri, banyak sekali orang asing — terutama yang belum pernah bekerja di Indonesia sebelumnya — punya pandangan bahwa Indonesia merupakan negara yang sangat menarik untuk membangun karir. Kasarannya dengan gaji per bulan US$4000, mereka bisa hidup dengan amat sangat layak di Indonesia, dibandingkan menerima gaji US$6000 di Amerika, tapi hanya sekedar bisa dipakai untuk hidup dengan standar orang Amerika pada umumnya, dalam arti tidak kekurangan tapi juga tidak bisa dikatakan berlebih.

Yang lebih menarik lagi, banyak juga orang asing yang belum pernah bekerja sebelumnya di Indonesia tersebut ternyata sama sekali tidak mengetahui kualitas atau level kualifikasi tenaga kerja lokal. Mereka selalu beranggapan bahwa kualifikasi mereka selalu lebih baik dan standar kompetensi mereka selalu lebih tinggi dibandingkan tenaga kerja lokal, sehingga jelas pantas untuk dibayar lebih mahal.

Sebagai gambaran, dulu saya pernah bertemu dengan orang asing dari salah satu negara Eropa yang ingin bekerja di Indonesia untuk level direktur keuangan atau CFO. Ketika saya membaca CV-nya, ternyata posisi terakhir di negara asalnya adalah manajer keuangan. Ketika saya menanyakan apa alasannya dia merasa pantas menduduki level direktur, dia menjawab bahwa pengalamannya cukup panjang di beberapa negara Eropa dan dia merasa sanggup membawa kemampuannya tersebut ke posisi yang levelnya lebih tinggi di Indonesia.

Saya waktu itu hanya manggut-manggut, meskipun dalam hati saya berpikir bahwa dengan kemampuan seperti yang dimilikinya, saya yakin bisa mencari 10 orang tenaga kerja lokal dari database saya dengan kualifikasi jauh lebih baik dan dengan ekspektasi gaji yang mungkin hanya separuh dari ekspektasi gaji orang asing tersebut.

Memang kadang ditemui kasus seperti itu, dimana orang asing yang belum pernah bekerja di Indonesia merasa terlampau percaya diri dengan kemampuannya sehingga menganggap dirinya akan jadi yang terhebat di Indonesia.

Tapi jangan dilupakan juga kalau tenaga kerja Indonesia itu sebetulnya memiliki kemampuan dan kompetensi yang sama sekali tidak kalah dibandingkan dengan tenaga kerja asing, terutama untuk beberapa job function, seperti misalnya di keuangan, teknologi informasi, penjualan, pemasaran, dan beberapa job function lainnya.

Hanya yang membedakan secara kontras adalah tenaga kerja Indonesia harus diakui memang agak kurang pandai dalam menonjolkan kompetensinya, terutama kalau dirinya dibandingkan dengan kompetensi tenaga kerja asing.

Saya tidak tahu, mungkin faktor bahasa juga menjadi salah satu faktor penghambat, karena jelas untuk berargumen dalam bahasa Inggris tenaga kerja Indonesia akan lebih ‘blibet’ untuk mengemukakan pendapatnya dibandingkan dengan tenaga kerja asing. Mungkin lain halnya kalau harus berargumen dalam bahasa Indonesia, atau bahasa gaul misalnya.

Tapi sebetulnya yang mau saya sampaikan dalam tulisan ini adalah sebuah dorongan atau motivasi, bahwa level kompetensi tenaga kerja Indonesia itu sebetulnya tidak kalah dibandingkan dengan tenaga kerja asing. Saya sudah membaca ribuan CV tenaga kerja lokal dan saya juga sudah membaca tidak sedikit CV yang dimiliki tenaga kerja ekspatriat, percayalah kalau sebetulnya gap yang ada dalam hal pengalaman kerja maupun kompetensi itu ternyata jauh lebih sempit dibandingkan apa yang dibayangkan banyak orang sebelumnya. Bukti sederhana: toh tidak sedikit orang Indonesia yang berhasil mencapai berbagai posisi senior di perusahaan-perusahaan luar negeri, kan?

Jadi jangan pernah minder dengan tenaga kerja ekspatriat! Perbaiki kefasihan dalam berbahasa Inggris, bangun rasa percaya diri anda dan anggaplah bahwa anda setara dengan mereka sehingga mutual respect pun bisa terbangun.

Nah, kalau begini ceritanya… ya jelas sama sekali tidak ada alasan toh untuk menyebut tenaga kerja lokal “stupid” — apapun alasannya?

31 komentar:

  1. pasang iklan tanpa daftar mengatakan...
     

    artikelnya bagus sekali, terima kasih

  2. OgahRugi mengatakan...
     

    makasih udah shared

  3. Urban Insurance mengatakan...
     

    makasih sangat deh udah share artikel ini gan.. siebh :)

  4. Mobil keluarga Ideal Terbaik Indonesia mengatakan...
     

    wah saya setuju baget bro..selama pengalaman ane kerja di Uni Emirat Arab, kerja orang indo memang lebih di sukai...

  5. Bayu Permadi Sasmita mengatakan...
     

    bagi Tuhan, semua manusia itu sama di sisinya namun yang membedakannya hanyalah kadar keimanannya kepada Tuhan. Begitu juga dengan orang indonesia, saudara-saudara kita setanah air yang berada di luar negeri pun semuanya sama dengan orang luar negeri bagi Tuhan! bahkan kalu menurut saya orang indonesia itu lebih ramah dan santun jika di bandingkan orang-orang dari luar negeri, jadi tidak ada perbedaan bagi saya dan semuanya sama! Terima kasih, artikelnya sngat menarik untuk di simak bro..

  6. diabetes melitus mengatakan...
     

    kelemahan kita itu adalah dari segi komunikasi...
    sebagian besar yang kerja diluar negeri (TKI) orang yg berpendidikan rendah rata-rata

  7. Timbangan digital mengatakan...
     

    Mgkn sifat orang Indonesia yg santun, rendah hati dan tdk suka unjuk gigi, manut, dan segan berargumen (benar mas, mgkn kendalanya bahasa) yg membuat kita spt tdk layak bersaing dg mereka. padahal kita mampu dan terbukti banyak orang kita yg sukses di negara asing, spt pernah saya lihat di kick Andy metro TV

  8. pondok daun mengatakan...
     

    setuju gan.
    bahasa asing memang harus kita pelajari. untuk meningkatkan tingkat kompetisi kita.

    Undangan blog walking
    how to convert pdf to doc
    How to instal appserv
    How to make sticky post

  9. Khairul faiz mengatakan...
     

    wah ane kan warga Indonesia juga cin.

    by Pejantan Tanggung

  10. Schwinn 860 Treadmill mengatakan...
     

    Kenyataannya memang seperti yang anda sampaikan. Salah seorang teman saya yang bekerja di perusahaan asing di indonesia yang bergerak pada produksi Nikel dengan Jabatan Supervisor menceritakan bahwa dia pernah memiliki rekan kerja seorang Bule yang "goblok" dan tidak becus dalam bekerja dibidangnya.

  11. Webmaster Expert Corner mengatakan...
     

    yoiii...
    sangat setuju bahwa Tenaga kerja lokal kita tidak kalah dengan para ekspatriat itu...

  12. polar rs300x mengatakan...
     

    Sebagian bule memang tinggi hati, padahal kenyataannya sebagian dari mereka juga "goblok"

  13. Learn Basic Programming mengatakan...
     

    gag semua kalie tenaga kerja lokal "Stupid" buktinya orang indonesia selalu mendpatkan pringkat juara dalam lomba apapun yang di adakan untuk level international..

  14. Rattan Furniture mengatakan...
     

    "Jadi jangan pernah minder dengan tenaga kerja ekspatriat! Perbaiki kefasihan dalam berbahasa Inggris, bangun rasa percaya diri anda dan anggaplah bahwa anda setara dengan mereka sehingga mutual respect pun bisa terbangun."

    Dari artikel ini..., kalimat2 ini yang paling saya suka... Kita memang tidak boleh kalah...

  15. menambah tinggi badan mengatakan...
     

    bagus artikelnya ..juga tampilan blognya....mesen dimana mas ?

  16. Asmara Susanto mengatakan...
     

    bener ane setuju gan

  17. Asmara Susanto mengatakan...
     

    bener ane setuju gan

  18. Sejarah Hukuman Pancung mengatakan...
     

    tingkatkan skill solusinya..

  19. Entertainment mengatakan...
     

    yups, saatnya kita bangkit!
    jangan hanya puas didikte oleh ekspatriat..

  20. Download software gratis mengatakan...
     

    wahhsadis banget tu mas,,masa stupid??
    kun jung balik ke blog dofllow pagerank2

  21. agen xamthone plus batam mengatakan...
     

    sip..
    thanks infonya mas..

  22. obat herbal stroke mengatakan...
     

    Betul, level kita sama mereka ga jauh beda.

  23. Kata Mutiara Islam mengatakan...
     

    Tulisan yang menarik

  24. boitier électronique voiture mengatakan...
     

    ebenarya tenaga kerja Indonesia sangat luarrr biasa ... buktinya banyak sekali para pakar dari Indonesia yang dibajak sama asing

  25. xamthone mengatakan...
     

    mantap juga nie gan sangat menarik....

  26. TispUnik mengatakan...
     

    yang membuat orang Indonesia semakin terpuruk dan kalah dari bangsa lain dalam bidang manapun adalah selalu menunggu kesempatan , yang seharusnya mencari kesempatan.

  27. joe sandie mengatakan...
     

    nice posting...:)

  28. Cara Mengobati Penyakit Asam Urat mengatakan...
     

    wahh,,setuju banget tuh,,mereka terlampau sombonk mentang2 dari negara besar dan berkuasa, padahal saya juga yakin indonesia juga memiliki pekerja yang bagus dan tidak kalah saing dengan mereka yang di luar nrgri,,
    terima kasih buat motivasinya ya, salam kenal

  29. Agen XAMthone bogor mengatakan...
     

    nice to information. aku tunggu info selanjutnya.

  30. obat herbal diabetes melitus mengatakan...
     

    semoga dengan membaca tulisan ini para pekerja indonesia lebih bersemangat untuk bersaing dengan pekerja luar

  31. Bisnis Online Terbaru mengatakan...
     

    Ulasannya cukup menarik utk di baca gan, tq sudah berbagi.

Poskan Komentar