Selamat Datang...

MEDIA KITA hadir dengan tampilan baru yang lebih fresh  dan memikat. MEDIA KITA tetap berkomitmen untuk memberikan informasi yang benar sesuai dengan fakta-fakta yang ada dan akan selalu memberikan informasi yang segar, informatif, variatif dan inspiratif buat pembaca MEDIA KITA.

MEDIA KITA menerima pemasangan iklan dengan harga kompetitif keterangan lebih lanjut ke idolazay[at]gmail.com

Tanggapan Malaysia - Keliru penari Bali dalam iklan pelancongan/ pariwisata Malaysia

>
FORUM-UTUSAN MALAYSIA

Sudah sekian lama saya ingin mengutarakan pendapat berkenaan dengan iklan pelancongan Malaysia di mata luar negara.. Reaksi daripada pihak media Indonesia baru-baru ini mengejek Malaysia gara-gara menampilkan penari Bali dalam iklan pelancongan.

Kasus tarian kepala singa/Reog dan lagu Rasa Sayange sudah selesai. Sekarang panas semula isu tarian Bali, ‘tari pendet’ pula muncul. Akan panaslah tempat duduk duta besar serta konsulat jeneral kita di sana, begitu juga Borhan Abu Samah, wakil Utusan Malaysia di Jakarta.

Melihat akan iklan tersebut, memang saya sendiri terkejut dan ada juga rasa malu, terhina dan sebagainya seolah-olah Malaysia tidak ada budaya, miskin kesenian.

Saya sebagai rakyat Malaysia secara peribadi juga berasa seolah-olah pihak-pihak yang terlibat dengan promosi Pelancongan Malaysia tidak sensitif akan hal ini,dan biasanya mereka adalah rumpun non-Melayu. Padahal,banyak lagi budaya tempatan yang boleh dikatakan ‘serumpun’ dapat diangkat menjadi daya penarik.

Hal-hal yang berkaitan Bali itu tentu jauh sekali untuk mewakili Malaysia, malah di Indonesia sekalipun, Bali seolah-olah berdiri sendiri. Jangan lagi digunakan alasan serumpun - selidiki dahulu.

Saya memohon Kementerian Pelancongan memantau penampilan-penampil an imej Malaysia dalam promosi-promosi budaya kita yang diproduksi swasta. Jika diikutkan emosi saya, saya cadangkan jangan lagi tampilkan apa-apa juga yang ‘berbau’ Indonesia,kita tak perlu lagi mengangkat-angkat Indonesia.

Barangkali hal ini dianggap kecil oleh sesetengah golongan, tetapi tidak bagi kami sebagai pengamat budaya.


<>

2 komentar:

  1. Anonim mengatakan...
     

    kamu itu buta pengetahuan dalam dan luar indonesia,saya sendiri sekolah sejak tahap dasar,menengah dan tahap atas saya tahu budaya indonesia itu beragamsari sabang sampai marauke.pengetahuanmu tentang indonesia hanya sekecil daun keleor,hingga berucap sembarangan yang tidak bisa di pertanggung jawabkan kau mensti tahu indonesia bukan melayu saja,semena mena kau sebut2 bali adalah(Hal-hal yang berkaitan Bali itu tentu jauh sekali untuk mewakili Malaysia, malah di Indonesia sekalipun, Bali seolah-olah berdiri sendiri. Jangan lagi digunakan alasan serumpun - selidiki dahulu.)pandai dulu baru berucap.buat budaya sendiri kresikan pemuda malaysia,kalau mau memperkenalkan negara malaysia jangan memakai kebudayaan indinesia,malaysia ngomongnya serumpun kalau sudah ada apa apanya,

  2. Anonim mengatakan...
     

    publikasikan komentar saya supaya mata melihat indonesia kaya budaya kaya pulau,

Poskan Komentar