Selamat Datang...

MEDIA KITA hadir dengan tampilan baru yang lebih fresh  dan memikat. MEDIA KITA tetap berkomitmen untuk memberikan informasi yang benar sesuai dengan fakta-fakta yang ada dan akan selalu memberikan informasi yang segar, informatif, variatif dan inspiratif buat pembaca MEDIA KITA.

MEDIA KITA menerima pemasangan iklan dengan harga kompetitif keterangan lebih lanjut ke idolazay[at]gmail.com

Kisah Menggugah Seorang Wanita dengan 17 Kepribadian

>Sumber: Serambi Ilmu Semesta "Dokter Bear yang baik. Namaku Claire.Aku 7 tahun. Aku hidup di dalam Karen. Aku dengar kamu terus. Aku ingin bicara denganmu, tapi tidak tahu caranya. Aku suka bermain dengan James dan Sara. Aku juga bisa menyanyi. Aku tidak mau mati. Maukah kamu mengikatkan tali sepatuku"

DEMIKIAN isi surat yang dibaca oleh Richard Bear pengarang buku berjudul Menyingkap Karen: Kisah Menggugah Seorang Wanita dengan 17 Kepribadian. Psikiater ini baru tersadar bahwa pasien yang selama ini ditanganinya bernama Karen Overhill adalah seorang yang mengalami gejala Multiple Personality Disorder (MPD) atau kepribadian yang majemuk.

Karen adalah seorang perempuan yang mengalami perpecahan kepribadian sejak berusia delapan tahun. Ia sesekali mengalami trance atau ketidaksadaran dan mengalami episode disosiatif, yaitu periode waktu
saat kesadarannya terbelah. Situasi ini dialami sebagian dari dirinya mengalami kenyataan, tapi sebagian yang lain terputus dari kenyataan.

Richard Baer yang mengobatinya baru menyadari bahwa pasiennya ternyata memiliki 17 kepribadian, yang sering mengambil kendali tubuh Karen. Ke-17 kepribadian itu adalah: Claire, Karl (lelaki), Elise, Julie, Karen 1, Karen 2, Karen 3, Juliann, Sandy, Katherine, Ann, Miles (lelaki), Thea, Holdon (lelaki), Karen Boo, Jensen (lelaki), dan Sidney.

Seluruh kepribadian itu menggunakan tubuh Karen dan mereka mengenal baik Karen. Pribadi-pribadi itu juga memiliki karakter dan sifat yang berbeda, usia yang berbeda, profesi dan hobi yang berbeda, bahkan sejarah yang berbeda. Pada saat konsultasi itulah, pribadi-pribadi yang ada dalam tubuh Karen itu sering muncul.

Pribadi-pribadi di tubuh Karen seringkali bertentangan satu dengan lainnya. Misalnya, ketika Claire yang mengaku dilarang oleh Miles untuk berbicara dengan dokter Baer, karena diduga akan menyakiti. Katanya Anda akan mentertawakanku.

"Aku mau bilang soal diriku padamu. Aku lahir pada 29 Oktober 1967 saat Komuni Karen. Karen disakiti. Karen mati hari itu dan aku lahir." (h.164).

Setiap pribadi itu mengungkapkan masing-masing karakter dan sifatnya kepada Dokter Baer melalui surat-surat yang dituliskannya. Atau ketika datang konsultasi kepada dokter Baer.

Karen yang biasanya tampil sebagai perempuan yang mengalami depresi dan selalu ingin bunuh diri, berubah menjadi pribadi-pribadi lain. Ia tampil sebagai pribadi pemarah yang ditampilkan dalam sosok Karl, atau ia juga tampil sebagai pribadi ramah dan arif yang ditampilkan dalam sosok Holdon.

Kenyataan yang sangat tampak di antaranya ketika Karen mendapati ayahnya mati. Ia menuliskan surat untuk Baer yang didalamnya memuat perasaan-perasaan dari setiap kepribadian.

Karl misalnya yang dikenal dalam diri Karen sebagai pribadi pemarah mengatakan terhadap kematian ayahnya dengan kata: "kuharap dia membusuk di neraka."

Sementara itu, Holdon, mengatakan: "Dia tidak bisa menyakiti kita lagi. Dia sudah meninggal,...Ingat apa yang dikatan Baer, tidak ada yang namanya hantu." Situasi itulah yang tidak jarang membuat kebingungan dokter Baer sebagai konsultannya.

Setelah Karen menampakkan kepribadian-kepribadian yang beragam dan menjalani proses konsultasi kepada dokter Baer, maka baru ditemukan penyebab-penyebab gejala kepribadian majemuk yang dimilikinya.

Karen merupakan anak perempuan yang menderita kekerasan sejak di usianya yang masih kecil. Bapaknya yang merupakan seorang veteran seringkali memperlakukannya dengan kasar, mengalami pelecehan seksual, memukul, dan mengurungnya.

Sementara ibunya adalah seorang yang juga tidak kalah keras seperti ayahnya. Karen tumbuh dalam pribadi yang depresi. Sosok ayah yang keras dan ibu yang sering memaki itu menjadi salah satu pemicu munculnya pribadi-pribadi lain dalam diri Karen.

Konsultasi yang dilakukan selama 18 tahun itu akhirnya berhasil menyembuhkan Karen. Melalui terapi hipnotis, Baer berhasil menyatukan pribadi-pribadi majemuk itu, dan berhasil memenuhi keinginan dari
masing-masing pribadi itu.

Misalnya, ketika moment penyatuan antara Claire, pribadi yang pernah mengalami masa traumatis akibat kekerasan yang terjadi di masa kecilnya, akhirnya mau berintegrasi setelah ada keinginan untuk menyatu.

Membaca buku ini mengingatkan dengan buku yang sama, seperti 24 Wajah Billy karya Daniel Keyes dan Sybil (Kisah Nyata Seorang Gadis dengan 16 Kepribadian) karya Flora Rheta Schreider. Bedanya dengan buku Baer, bahwa buku ini pertama yang ditulis oleh psikiater.

Penulis, Afriadi, pekerja buku di RMBooks.
sumber: http://www.myrmnews.com/indexframe.php?url=situsberita/index.php?pilih=lihat_buku&id=37&view=view

0 komentar:

Poskan Komentar