Selamat Datang...

MEDIA KITA hadir dengan tampilan baru yang lebih fresh  dan memikat. MEDIA KITA tetap berkomitmen untuk memberikan informasi yang benar sesuai dengan fakta-fakta yang ada dan akan selalu memberikan informasi yang segar, informatif, variatif dan inspiratif buat pembaca MEDIA KITA.

MEDIA KITA menerima pemasangan iklan dengan harga kompetitif keterangan lebih lanjut ke idolazay[at]gmail.com

Bangsa Yang Susah Dinasihati

>
Penulis : Team Pemberitaan Smart FM

Betapa sulit menasihati bangsa ini, terutama mereka para koruptor dan penerima suap itu. Jangankan kita, bahkan orang tua mereka pun bisa tidak percaya kepada kelakuan anak sendiri. Ada seorang ibu yang enggan mempercayai bahwa anaknya ditangkap KPK untuk sebuah tuduhan yang begitu aibnya: penerima suap. Yang jika tuduhan itu terbukti, koruptor akan menjadi sebutannya. Dan agama telah tegas mengancam, memakan harta yang bukan haknya, setara dengan memakan bangkai saudaranya. Ibu ini, mengaku mendidik anaknya itu pelajaran agama sejak kecil. Itulah kenapa ia sulit untuk percaya, bahwa anak yang dididiknya itu, adalah anak yang kini tersandung masalah yang amat jauh dari pelajaran agama yang diajarkannya. Kita tidak tahu, apakah pernyataan ibu itu pembelaan atas tuduhan kepada si anak, atau penyesalan atas perilaku anak yang mengecewakan hatinya.

Yang jelas, akan makin banyak ibu yang harus meratapi soal serupa karena ternyata makin banyak saja daftar orang yang tertangkap basah oleh KPK sedang menerima suap. Penangkapn itu kita percayai, karena berat sekali sekali konsekuensi hukumnya jika penangkapan itu tidak sarat bukti. Para koruptor dan calon-calon koruptor harus mempercayai fakta: sekarang ini, tingkat kepercayaan masyarakat kepada KPK sedang baik sekali. Dan kepada lembaga inlah seluruh kemarahan kita atas korupsi terakomodasi.


Kepercayaan itulah yang membuat penangkapan-penangkapan itu langsung dipercayai sebagai kebenaran, meskipun kasusnya belum diputuskan oleh pengadilan. Tetapi kita mengerti, tidak sederhana merancang penangkapan semacam itu. Ia membutuhkan penilisikan lama, dengan sabar mengumpulkan bukti-bukti dan merancang penjebakan dengan teliti. Strategi ini, patsi melebihi kesabaran seekor buaya yang tenang dan teguh dalam mengintai mangsa, sampai mangsa itu benar-benar tertangkap karena ulah dan kelalaiannya sendiri. Tegasnya: masyarakat mempercayai penangkapan itu bukan cuma sebagai ketrampilan ilmu detektif melainkan sebagai peragaan moral tingkat tinggi.

Maka penangkapan demi penangkapan tiu, pasti akan membuat banyak ibu-ibu lagi yang menangis. Karena pihak yang ditangkap itu bukan cuma penerima suap, tetapi juga seorang anak, yang oleh seorang ibu di didik dengan segenap kemuliaan itu: dengan ajaran-ajaran agama, dengan sekolah yang tinggi, dengan aneka ketrampilan dan budi pekerti, yang membuat anak-anak itu akhirnya tumbuh, menjadi orang penting dan akhinya mendapat kedudukan tinggi. Tetapi di dalam ketinggian itulah, seluruh ajaran mulia itu seperti kehilangan arti.

0 komentar:

Poskan Komentar