Selamat Datang...

MEDIA KITA hadir dengan tampilan baru yang lebih fresh  dan memikat. MEDIA KITA tetap berkomitmen untuk memberikan informasi yang benar sesuai dengan fakta-fakta yang ada dan akan selalu memberikan informasi yang segar, informatif, variatif dan inspiratif buat pembaca MEDIA KITA.

MEDIA KITA menerima pemasangan iklan dengan harga kompetitif keterangan lebih lanjut ke idolazay[at]gmail.com

Kondisi Keuangan Yang Proporsional

>
oleh: David Chiang

Pertanyaan :

Saya ingin sekali mendapatkan kesempatan untuk berkonsultasi tentang keuangan saya. Berikut cerita tentang keuangan saya :

Tujuan saya untuk mengelola keuangan adalah karena saya berencana untuk menikah dalam waktu dekat ini, 1-2 tahun. Kehidupan menikah tidaklah mudah. pastinya segala sesuatu yang tadinya saya tidak pernah bayar, sekarang harus saya bayar. seperti listrik, air, bahan makanan, dll.

Selama perjalanan pacaran, kami sudah mencoba menghitung pengeluaran. Berikut kami coba untuk merincinya :
per bulan
penghasilan berdua : Rp. 10.100.000
angsuran KPR : Rp. 2.800.000
Keperluan hidup : Rp. 5.000.000

Harta yang kami punya sekarang emas 100 gr, rumah, motor. Kartu kredit kami sebanyak 4 kartu (masing-masing 2 kartu) tidak ada tunggakan. Selalu kami bayar lunas. Kami juga ada cicilan asuransi sebesar 800.000 / bulan Kami punya reksadana saham sebesar 6 juta Kami punya ORI 004 sebesar 20 juta.

Yang menjadi pertanyaan kami :
1. Kehidupan kami sekarang (belum menikah), kadang masih mendapat asupan dari orang tua. apakah kami akan cukup memiliki cadangan dana?
2. Seberapa besar % untuk tabungan, pengeluaran, investasi, dan cadangan dana ?
3. Apakah keadaan keuangan kami baik ?

Jawaban:

Selamat pagi juga. Senang mendengar bahwa walaupun status client masih belum menikah, namun sudah dapat saling berbagi informasi mengenai keuangan pasangan. Sebenarnya sangat penting untuk saling mengenal kebiasaan finansial dari pasangan masing-masing sebelum menikah, namun hal ini jarang terjadi di Indonesia karena masih banyak yang menganggap bahwa membicarakan keuangan adalah tabu.

Saya akan menjawab pertanyaan kedua terlebih dahulu. Dalam pengelolaan keuangan, ada beberapa rasio yang sudah lazim digunakan:
1. Untuk keperluan tabungan dan investasi di masa mendatang, Anda harus dapat menyimpan 10 hingga 30 persen dari total pendapatan. Untuk kasus ini maka nilainya adalah satu hingga tiga juta rupiah.
2. Untuk membayar cicilan hutang, nilai maksimal adalah 35% dari total pendapatan. Dalam kasus ini nilai maksimalnya adalah tiga koma lima juta rupiah. Berhubung cicilan yang ada hanyalah KPR dengan nilai Rp. 2.800.000,-, maka dari nilai hutang masih dalam kondisi aman.
3. Dana cadangan yang perlu disiapkan adalah 3 hingga 6 kali total pengeluaran bulanan. Untuk kasus ini, total pengeluaran adalah Rp. 5.000.000,- per bulan. Maka dana cadangan yang perlu disiapkan adalah lima belas hingga tiga puluh juta rupiah. Dana cadangan ini disiapkan dalam bentuk asset likuid seperti tabungan biasa, giro, nilai tunai asuransi jiwa, dan mata uang asing. Asset seperti ini dapat digunakan segera pada saat darurat.

Seperti yang Anda bilang, setelah menikah akan ada banyak biaya yang harus dibayarkan. Seperti biaya makan, kebutuhan sehari-hari, keperluan rumah seperti listrik, air, telepon dan lain-lain. Hal ini jelas akan meningkatkan pengeluaran bulanan. Ketika Anda baru menjalani kehidupan setelah menikah, saya sarankan Anda untuk menghemat segala pengeluaran. Jangan sampai pengeluaran bulanan meningkat hingga melebihi total pendapatan.

Berkaitan dengan peningkatan pengeluaran bulanan, tentunya dana cadangan Anda perlu dihitung ulang. Misalkan saja pengeluaran bulanan meningkat menjadi Rp. 8.000.000,-, maka dana cadangan yang perlu disiapkan menjadi Rp. 24.000.000,- hingga Rp. 48.000.000,-.

Secara keseluruhan kondisi keuangan dalam kasus ini adalah sangat baik. Jumlah hutang masih dalam kondisi wajar. Pengeluaran masih jauh dibawah pendapatan. Sudah ada manajemen resiko melalui asuransi. Bahkan sudah ada investasi jangka panjang yang sudah didiversifikasi ke berbagai bentuk asset investasi.

Tantangan bagi client adalah untuk menjaga kondisi keuangan ini agar tetap sehat setelah menikah. Karena dalam kehidupan setelah menikah,kondisi finansial akan berubah secara drastis.

0 komentar:

Poskan Komentar