Selamat Datang...

MEDIA KITA hadir dengan tampilan baru yang lebih fresh  dan memikat. MEDIA KITA tetap berkomitmen untuk memberikan informasi yang benar sesuai dengan fakta-fakta yang ada dan akan selalu memberikan informasi yang segar, informatif, variatif dan inspiratif buat pembaca MEDIA KITA.

MEDIA KITA menerima pemasangan iklan dengan harga kompetitif keterangan lebih lanjut ke idolazay[at]gmail.com

ASURANSI JIWA

>

Oleh: Ahmad Gozali

(www.perencanakeuang an.com)


Assalamualaikum wr wb

Pak Gozali,
Saya pernah menghadiri presentasi Pak Gozali di perusahaan saya bekerja. Ada satu hal yang masih menjadi pemikiran saya, yaitu mengenai asuransi jiwa. Saat itu, Anda menyarankan untuk membeli asuransi jiwa yang jumlah pertanggungannya lebih dari 200 kali pengeluaran. Yang menjadi pertanyaan saya:

1. Dari mana angka > 200, apakah di ambil dari usia produktif (25 tahun) atau dari angka lainnya?

2. Kira-kira berapa dana yang harus disiapkan untuk membayar premi jika pengeluaran rutin saya Rp 10 juta per bulan?

3. Saat ini, saya telah diberi asuransi jiwa oleh perusahaan dengan premi 36 kali pengeluaran saya dan juga asuransi kesehatan. Mana yang lebih baik: asuransi dalam bentuk link atau term life?

Terimakasih atas perhatiannya,

Denny H

Jawaban:

Waalaikumussalam wr wb,

Uang pertanggungan (UP) untuk asuransi jiwa paling ideal memang 200 kali lipat dari nafkah kepada keluarga. Jika Anda (mohon maaf) meninggal dunia, maka keluarga Anda selama ini akan kehilangan nafkah sebesar Rp 10 juta per bulan. Asumsi yang paling pesimistis, keluarga Anda sama sekali tidak memiliki penghasilan sehingga hanya bisa mengandalkan deposito sebagai sumber penghasilan. Dengan asumsi bunga/bagi hasil deposito saat ini sebesar 0,5 persen per bulan. Maka untuk mendapatkan bunga/bagi hasil Rp 10 juta per bulan adalah dengan memiliki deposito sebesar Rp 2 Milyar (200 x 10 juta).

Angka 200x ini bisa dikurangi jika istri Anda juga bekerja dan memiliki penghasilan, atau anak-anak Anda sudah cukup besar untuk bekerja, atau keluarga yang Anda tinggalkan memiliki pengetahuan yang memadai untuk investasi selain deposito, atau jika Anda memiliki aset yang cukup besar. Namun, angka 200x ini juga bisa lebih besar lagi jika Anda memiliki hutang yang belum diasuransikan.

Dengan asumsi besarnya nafkah Rp 10 juta, dan faktor pengali 200x, maka UP yang ideal adalah Rp 2 milyar. Masih ada beberapa asumsi lain yang diperlukan untuk mengetahui besarnya premi yang harus dibayarkan yaitu usia dan merokok/tidak, dan yang terpenting lagi yaitu tarif perusahaan asuransi yang tentunya berbeda-beda. Gambaran kasar saja, preminya mungkin kira-kira Rp 6 - 10 juta per tahun. Sekali lagi, ini hanya gambaran kasar. Untuk lebih jelasnya silakan hubungi agen asuransi pilihan Anda.

Asuransi link adalah asuransi jiwa (bisa ditambah dengan kesehatan, penyakit kritis, dan lain-lain) plus investasi. Karena kesehatan sudah ada, dan investasi pun bisa dilakukan dengan sarana lain, sebetulnya Anda bisa memilih asuransi term life saja. Namun jika Anda merasa kesulitan untuk melakukan investasi sendiri dan merasa lebih praktis untuk sekali bayar untuk semua jenis asuransi, maka asuransi unit link memang cocok untuk Anda. Tapi jangan kaget kalau premi yang dibayarkan menjadi jauh lebih besar dibandingkan dengan perkiraan saya di atas. Karena perkiraan itu hanya untuk jiwa saja, sedangkan unit link sudah menggabungkan semua premi (termasuk investasi) menjadi sekali bayar. Demikian yang dapat saya sampaikan Pak, jangan sungkan menghubungi kami kembali untuk berdiskusi lebih lanjut.

Salam,
Ahmad Gozali

Perencana Keuangan

0 komentar:

Poskan Komentar