Selamat Datang...

MEDIA KITA hadir dengan tampilan baru yang lebih fresh  dan memikat. MEDIA KITA tetap berkomitmen untuk memberikan informasi yang benar sesuai dengan fakta-fakta yang ada dan akan selalu memberikan informasi yang segar, informatif, variatif dan inspiratif buat pembaca MEDIA KITA.

MEDIA KITA menerima pemasangan iklan dengan harga kompetitif keterangan lebih lanjut ke idolazay[at]gmail.com

Menyediakan Waktu Lebih Banyak untuk Keluarga/Teman

>

Dear Pembaca MEDIA KITA,

Tahun baru sudah datang dihadapan kita, marilah kita menyediakan waktu untuk melakukan review terhadap pengalaman-pengalaman kita tahun ini, baik pengalaman baik maupun pengalaman buruk, sebab kata pepatah "Pengalaman adalah Guru Terbaik". Saya teringat dahulu salah satu dosen saya pernah menasihati saya, bahwa walaupun nantinya saya sudah lulus dari kuliah, bukan berakhir pendidikan saya telah "berakhir". Melainkan saya baru memasuki ke jenjang pendidikan baru, yaitu "University of Life", dimana pengalaman akan menjadi guru saya. Apapun yang terjadi pada kita pada tahun ini, kita harus tetap mengingat bahwa ini adalah bagian dari pendidikan kita. Pengalaman-pengalaman inilah yang akan membangun diri kita.


Dari hasil review terhadap kehidupan kita tahun ini, marilah kita merencanakan tahun mendatang agar menjadi lebih baik daripada tahun ini. Dalam artikel sebelumnya saya telah menuliskan mengenai "New Year's Resolution", yaitu daftar keinginan yang harus kita penuhi untuk tahun mendatang. Untuk membaca artikel saya mengenai "New Year's Rosolution", silahkan klik link dibawah ini:
http://www.keuangan-pribadi.com/new-years-resolution/


Pada artikel tersebut saya sudah menuliskan 9 New Year's Resolution yang paling populer, salah satunya adalah "Menyediakan Lebih Banyak Waktu untuk Keluarga/Teman". Dalam kesempatan ini, saya akan membahas secara detail mengenai keinginan ini, tentunya dari sisi finansial.

Apabila saya memiliki keinginan untuk menyediakan lebih banyak waktu untuk keluarga/teman, artinya dalam kehidupan sekarang saya kekurangan waktu yang dapat saya habiskan bersama keluarga/teman.

Mengapa saya bisa kekurangan waktu?


Mari kita lihat bahwa dalam satu hari, kita diberi waktu 24 jam. Dari 24 jam ini, bisa kita bagi menjadi 3 penggunaan besar, yaitu:

- 8 jam untuk tidur.
- 8 jam untuk bekerja.
- 8 jam untuk lain-lain.

Nah, 8 jam untuk lain-lain ini digunakan untuk hal-hal yang memakan waktu sedikit, seperti makan, mandi, transportasi, nonton tv dan lain-lain. Bagi yang memiliki karir, waktu yang bisa dihabiskan bersama keluarga berasal dari 8 jam ini. Sayangnya, setelah digunakan untuk hal lain-lain, biasanya hanya tersisa waktu 1-2 jam saja untuk keluarga. Ini adalah pembagian waktu dalam kondisi normal, belum termasuk permintaan lembur dari kantor.

Yang sering merasakan kekurangan waktu untuk keluarga/teman berasal dari kalangan karyawan. Tuntutan karir akhir-akhir ini, meminta agar karyawan bersedia memberikan waktu lebih untuk karirnya. Terutama yang bekerja di kota-kota besar. Hasilnya, waktu yang digunakan untuk bekerja membengkak dari 8 jam menjadi 10 jam. Waktu yang digunakan untuk lain-lain berkurang menjadi 6 jam. Secara otomatis waktu yang bisa digunakan untuk keluarga/teman juga berkurang. Hal inilah yang menyebabkan timbulnya keinginan untuk "meluangkan lebih banyak waktu untuk teman/keluarga".

Jadi apabila kita bertanya "Mengapa kita kekurangan waktu yang dapat dihabiskan bersama keluarga?" Kemungkinan besar jawabannya adalah karena waktu saya habis untuk bekerja. Dan bila pertanyaan diteruskan "Mengapa saya harus bekerja?" Jawabannya adalah karena
saya membutuhkan uang untuk membiayai kehidupan saya dan keluarga. Jadi disini ujung-ujungnya adalah uang.

Masalah ini terjadi karena pada dasarnya karyawan menukarkan waktu mereka dengan pendapatan. Akibatnya? Semakin banyak gaji yang diterima oleh karyawan, mengharuskannya untuk bekerja lebih lama. Bila karyawan sedang membutuhkan uang lebih banyak, mereka akan bekerja tambahan dengan cara lembur atau mencari pekerjaan sampingan. Akibatnya semakin sedikit waktu untuk hal lain.

Sebagai solusinya? Dalam konsepnya yang popular "Cashflow Quadrant", Robert Kiyosaki mengajarkan kepada kita bahwa "Jangan bekerja untuk uang", melainkan "Biarkan uang yang bekerja untuk Anda". "Bekerja untuk uang" adalah yang terjadi pada quadran kiri, yaitu karyawan/employee atau self-employee. Prinsip dasar dari quadran kiri adalah menukarkan waktu untuk uang. Apabila Anda tidak menyediakan waktu untuk bekerja, Anda tidak mendapatkan uang.

Disisi lain dari Quadrant ini adalah bisnis dan investor, dimana "Uang bekerja untuk Anda". Di dalam bisnis, Anda membuat sebuah sistem yang mempergunakan waktu dan tenaga orang lain untuk menghasilkan uang. Sementara pada quadrant investor, uang Anda akan bekerja untuk menghasilkan uang bagi Anda. Anda disarankan untuk berpindah ke quadrant kanan. Pada quadrant kanan, Anda sudah tidak perlu menyediakan waktu hingga 8 jam per harinya untuk bekerja. Sistem dan uang Anda akan bekerja untuk Anda. Anda akan memiliki waktu lebih banyak untuk keluarga/teman.

Sayangnya proses perpindahan quadrant ini tidak segampang membalikan telapak tangan. Diperlukan keterampilan dan pola pikir yang sangat berbeda untuk menjadi seorang bisnisman ataupun seorang investor. Namun kabar gembiranya adalah ada banyak hal yang dapat membantu Anda untuk berpindah quadrant.

Untuk menjadi bisnisman, Anda akan sangat terbantu jika membuka bisnis baru melalui franchise. Mereka memiliki sistem yang sudah terbukti berhasil jalan, Anda tinggal meng-copy sistem mereka. Dan biasanya mereka juga membantu Anda dalam hal melatih tenaga kerja.

Sementara untuk menjadi seorang investor, Anda perlu mengenal ilmu pengelolaan keuangan pribadi/keluarga. Sudah ada banyak buku bacaan di Gramedia dengan topik perencanaan keuangan. Saya sendiri juga sudah menerbitkan satu paket panduan mengelola keuangan pribadi secara online, yang dapat dipesan di:

http://www.keuanganpribadi.com


Selain mempelajari sendiri ilmu pengelolaan keuangan, Anda juga dapat dibantu oleh agen-agen penjual produk investasi. Contohnya adalah customer service di bank. Jangan segan-segan tanyakan ke customer service "Apakah Anda menjual produk investasi?". Di jaman sekarang ini, sudah hampir semua bank menawarkan produk investasi. Mereka bahkan tidak segan2 menyediakan financial consultant untuk membantu Anda. Selain itu, Anda juga dapat meminta bantuan perencana keuangan indenpendent.

Sekian dahulu artikel saya untuk kesempatan kali ini. Semoga bermanfaat.



Regards,


David Ciang

0 komentar:

Poskan Komentar