Selamat Datang...

MEDIA KITA hadir dengan tampilan baru yang lebih fresh  dan memikat. MEDIA KITA tetap berkomitmen untuk memberikan informasi yang benar sesuai dengan fakta-fakta yang ada dan akan selalu memberikan informasi yang segar, informatif, variatif dan inspiratif buat pembaca MEDIA KITA.

MEDIA KITA menerima pemasangan iklan dengan harga kompetitif keterangan lebih lanjut ke idolazay[at]gmail.com

MLM vs Money Game (bag-1)

>

Terjadi perdebatan sengit mengenai apakah suatu bisnis itu disebut MLM murni atau Money Game. Bahkan ada juga yang mengatakan bahwa semua MLM adalah money game. Selain itu banyak juga anggapan bahwa MLM hanya organisasi yang mengeruk keuntungan dari menjual mimpi saja. Saya tidak sedang menjual MLM lho! Tetapi hanya ingin menjelaskan tentang apa sebenarnya MLM dan Money Game.

Saya tahu, dengan menulis artikel ini, sangat mungkin akan muncul pro kontra. Silahkan, kita boleh beda pendapat. Silahkan saja sanggah melalui form komentar dengan bahasa yang baik, jika bahasa Anda kasar, maaf, komentar Anda tidak akan kami tayangkan. Jika komentar disampaikan dengan bahasa yang baik, meski bertentangan dengan pendapat saya, saya akan tayangkan komentar Anda.

Apakah MLM hanya penjual mimpi? Saya mengenal 2 orang yang sangat ahli dalam masalah finansial yaitu Robert T Kiyosaki dan Robert G Allen. Mungkin Anda pernah mendengar atau membaca tentang kedua orang ini. Jika belum tahu siapa mereka, silahkan gunakan form pencarian kemudian masukan kata kunci dengan nama kedua orang ini. Lalu, apa hubungan antara kedua orang ini dengan MLM? Mereka menganjurkan MLM sebagai alternatif mendapatkan penghasilan.

Ini artinya MLM memang bisa memberikan tambahan penghasilan bahwa penghasilan utama untuk Anda. Termasuk ahli finansial Indonesia, Safir Senduk, dalam beberapa artikelnya atau bukunya menganjurkan MLM juga. Lalu mengapa banyak orang yang menganggap bahwa MLM itu hanya penjual mimpi? Jawabannya sederhana, yaitu karena menurut statistik, kegagalan MLM itu mencapai 95%, bahkan sumber lain mengatakan 98% peserta MLM gagal.

Jadi, lebih banyak orang yang gagal dari pada orang yang berhasil dalam MLM. Inilah, mungkin, yang menyebabkan mengapa banyak orang yang menganggap MLM hanya menjual mimpi belaka. Hal ini diperparah oleh janji-janji muluk para distributor yang ingin cepat-cepat mendapatkan downline sehingga mereka mengobral janji “kekayaan instant” agar prospek segera bergabung menjadi downline dia. Dia belaku demikian karena dia juga menjadi “korban” janji muluk uplinenya.

Seharusnya MLM dijalankan sebagaimana bisnis biasa, karena MLM memang bisnis. Untuk mencapai sukses ada 3 unsur yang harus kita miliki yaitu modal, kerja keras, dan waktu. Jika Anda ingin sukses cepat Anda memerlukan modal dan/atau kerja keras, sebaliknya jika tidak memiliki modal atau Anda tidak bekerja keras, maka konsekuensinya adalah waktu meraih sukses akan lebih lama.

MLM tidak berbeda dengan berdagang, Anda memerlukan konsumen untuk mendapatkan keuntungan. Anehnya banyak yang bermimpi kaya tanpa mencari prospek sehingga akhirnya frustasi dan menganggap MLM tidak menghasilkan. MLM memang tidak akan menghasilkan dan tidak akan memberikan apa-apa untuk Anda, MLM hanyalah sebuah alat, jika TIDAK Anda gunakan dengan baik maka tidak akan bermanfaat untuk Anda.

Sebagai penutup bagian ini, saya akan kutipkan tulisan dari Robert G. Allen tentang bagaimana agar kita berhasil dalam MLM. Menurut dia, ada 3 prinsip agar kita berhasil dalam MLM yaitu:

  1. Pilih perusahaan yang tepat
  2. Gunakan sistem pemasaran yang tepat
  3. Gunakan sistem kepemimpinan yang tepat

Jadi sebelum Anda menyalahkan MLM (secara umum), periksa dulu apakah perusahaan yang Anda pilih sudah benar, apakah sistem pemasaran sudah tepat, apakah sistem kepemimpinan sudah tepat?
[Bersambung…. ]

(sumber: www.bisnis-internet.info)

0 komentar:

Poskan Komentar