Selamat Datang...

MEDIA KITA hadir dengan tampilan baru yang lebih fresh  dan memikat. MEDIA KITA tetap berkomitmen untuk memberikan informasi yang benar sesuai dengan fakta-fakta yang ada dan akan selalu memberikan informasi yang segar, informatif, variatif dan inspiratif buat pembaca MEDIA KITA.

MEDIA KITA menerima pemasangan iklan dengan harga kompetitif keterangan lebih lanjut ke idolazay[at]gmail.com

Apa yang harus diperhatikan oleh pengguna kartu kredit?

>Perlukah mempunyai kartu kredit?

1). Sebagai alat ganti pembayaran.

Kartu kredit dapat dipergunakan sebagai alat ganti pembayaran, sehingga kita tak perlu membawa banyak uang tunai, yang dapat berisiko hilang atau jatuh di jalan. Kalau kita sikapi dengan hati-hati, sebetulnya kartu kredit dapat berguna karena kita seolah-olah mendapat gaji dobel, karena tagihan kartu kredit baru dibayarkan pada bulan berikutnya.

2). Sebagai cadangan.

Kartu kredit juga dapat digunakan sebagai cadangan untuk keperluan mendadak, seperti jika tiba-tiba ada keluarga yang sakit dan perlu di rawat di rumah sakit, maka pembayaran uang muka dapat menggunakan kartu kredit, hal ini tak merepotkan dibanding jika kita harus ke ATM dulu atau mencairkan uang di Bank.

3). Membantu melakukan pembayaran atas tagihan rekening rumah tangga.

Pada kartu kredit ada fasilitas one bill, artinya kita bisa meminta kepada Bank penerbit kartu kredit untuk sekaligus membayarkan tagihan atas rekening: listrik, tagihan telkom/hand phone, tagihan PAM, tagihan internet serta tagihan-tagihan lainnya dengan sepengetahuan intansi yang mengeluarkan tagihan tersebut. Dengan demikian setiap bulan kita tidak disibukkan membayar ke beberapa instansi, namun pembayaran dapat dilakukan sekaligus melalui kartu kredit, yang langsung dilakukan pendebetan setiap bulannya.

Bagaimana mengelola pembayaran kartu kredit?

Dari beberapa kegunaan di atas, maka penggunaan kartu kredit harus dilakukan secara hati-hati agar kita tak terjebak pada pengeluaran uang yang tidak perlu. Dengan berbagai kemudahannya, serta banyaknya iming-iming berupa brosur yang dikirim oleh penerbit kartu kredit, apabila tidak hati-hati, maka kita akan mudah berhutang yang pada akhirnya akan menyulitkan pembayarannya.

Kartu kredit adalah kredit dengan risiko tinggi, sehingga Bank memberikan bunga tinggi, sebagai contoh:

Bank A: a) Pembayaran minimum 10% dari total tagihan atau Rp.50.000,- tergantung mana yang lebih besar. b). Bunga 1,255% per bulan akan dihitung atas saldo terhutang harian dimulai dari tanggal melakukan transaksi. Besar bunga dapat berubah sewaktu-waktu. Bunga dikenakan jika tidak membayar penuh atau membayar setelah melewati tanggal jatuh tempo.

Bank B: a) Pembayaran minimum adalah mana yang lebih besar antara Rp.50.000,- atau 10% dari total tagihan . b). Bunga 3,50% per bulan atau 42% per tahun. Bunga dikenakan jika membayar kurang dari total tagihan, atau membayar setelah tanggal jatuh tempo, dihitung atas saldo harian setelah tanggal transaksi. Suku bunga yang berlaku adalah yang tercantum pada Lembar penagihan Bunga yang akan ditagihkan pada Lembar Penagihan berikutnya.

Melihat tingginya suku bunga yang dibebankan kepada pemegang kartu kredit yang tidak membayar penuh tagihannya, sebaiknya gunakan kartu kredit sesuai dengan rencana keuangan, serta lakukan pembayaran penuh sebelum tanggal jatuh tempo. Bisa dilihat bahwa keterlambatan pembayaran, akan dikenakan bunga yang sangat tinggi (pada Bank B=42% pertahun).

Apabila kita ingin melakukan transaksi dengan kartu kredit, pastikan bahwa kita memang mempunyai rencana untuk membeli barang tersebut, dan yakin dapat melunasi seluruh tagihan sebelum tanggal jatuh tempo.

Pertanyaan yang sering di ajukan.

1. Pendapatan minimal seseorang agar bisa disetujui sebagai nasabah/pemegang kartu kredit?
Jawab: Untuk apply CC saat ini tak dibutuhkan gaji yang tinggi, justru Bank sekarang sibuk menyasar pendapatan rendah s/d menengah…memang klas kartunya bermacam-macam, dari silver, gold, platinum. Awali saja apply yang silver, dan biasanya plafond disesuaikan dengan gaji/pendapatan per bulan.

Selalu pikirkan, agar setiap pengeluaran telah ada dalam rencana, agar keuangan tidak jebol. High Risk? Jelas, bagi Bank termasuk risiko tinggi, maka bunganya mahal…kan tidak dicover jaminan. Risiko bagi pemegang CC..misal: risiko nilai tukar (jika kita belanja dalam bentuk valuta sing), risiko gagal bayar, risiko operasional (jika CC dicuri orang). Maksimum belanja jangan sampai melebihi gaji/pendapatan, serta usahakan membayar penuh setiap tagihan, agar kita tak dikenakan bunga.

Seorang clien saya, pernah mencoba nggak bayar penuh, tagihan Rp.500.000,- (saat itu th.95), beliau bayar Rp.450.000,- …ternyata tagihan berikut saya harus membayar bunga dari tagihan semula Rp.500.000,- (bukan dihitung dari sisa tagihan sebesar Rp.50.000,-). Jadi mesti baca baik-baik aturan mainnya (sering ditulis dalam huruf kecil-kecil agar konsumen tak baca teliti), supaya kita tak terkecoh, karena suku bunga CC sangat tinggi, lebih tinggi dibanding suku bunga kredit komersial lainnya.


2. Lebih baik mana, kartu debit atau kartu kredit. Apakah kartu debit bisa berlaku di luar negeri juga?
Jawab: Keputusan tepat jika Anda lebih memilih kartu debit dibandingkan kartu kredit. Kerena kartu debit langsung memotong/mendebit rekening Anda setiap kali Anda transaksi (bukan berhutang seperti kartu kredit dan tidak dikenakan bunga atas transaksi yang anda lakukan). Sehingga anda lebih aman dan belanja tidak menjadi konsumtif kerena terbatas kepada simpanan yang Anda miliki. Kartu debit bisa digunakan di luar negeri kerena biasanya mereka sudah bekerjasama dengan bank-bank di luar negeri. Contohnya Mandiri yang memakai brand Visa, Danamon yang bekerjasama dengan Maestro/Master Card, dll. Untuk keterang lebih lanjut silahkan hubungi bank tempat anda menanbung.

3. Beberapa saat yang lalu salah satu keluarga saya apply KB carefour, beberapa hari setelah kartu dikirim, langsung ditelp oleh sebuah travel agen, nawarin paket membership salah satu produknya. Entah bagaimana caranya, akhirnya datang orang dari travel tsb, dan entah bagaimana caranya, keluarga saya tsb nyerahin cc untuk digesek, dan tanda tangan di slip. Yang diingat olehnya adalah orang tersebut bilang itu untuk proses aktivasi.
Betapa terkejutnya, ketika ternyata beberapa hari yang lalu dia terima tagihan sebesar 1,95jt untuk transaksi paket tour diatas. menurut saya ini memang karena keteledoran dan ketidak tahuan keluarga saya tsb. pertanyaan saya :
1. Apa yang harus kami lakukan sekarang?
2. Amankah CC digunakan terus, mengingat nomor kartu, pastinya sudah diketahui oleh orang tsb. atau baiknya ditutup saja?
3. Bagaimana perlindungan konsumen terhadap penggunaan data pribadi kita? (travel agen tsb dapet data dari mana?)
4. Minta tolong dong tips2 nya diperbanyak, terutama soal menghadapi kejahatan2 cc.
terima kasih banyak.

jawab: Kalau punya KK memang harus hati-hati jangan main gesek aja. Dan kalau kita belanja, dan bayar pake KK, geseknya harus didepan kita, apalagi on line, kasir jarang mengecek tandatangan…perhatikan dulu berapa biayanya, setuju apa tidak, baru diserahkan KK untuk digesek.

Masalah travel, saya kira agak sulit, karena secara suka rela ybs udah datang kerumah dan keluarga udah setuju…yang bikin kaget mungkin jumlah potongannya. memang travel getol banget nawari model begini, kita tetap hati-hati. tapi bisa dicoba untuk dinegosiasi kembali…risikonya dipotong kerugian, tapi masih lebih baik, kecuali jika kita memang mau menggunakan travel tsb untuk bepergian dan tetap jadi membership.

Amankah pake KK? Aman sepanjang PIN dan kartu disimpan hati-hati, tak bisa dimanfaatkan orang lain, dan hanya menggunakan KK sebagai pengganti uang tunai…artinya memang kita sudah menganggarkan belanja bulanan.

[sumber: dari berbagai sumber/http://edratna.wordpress.com]

0 komentar:

Poskan Komentar